SMPN 2 Curug Menanam Tanaman Produktif dengan Metode Hidroponik

Minggu 29-03-2026,13:00 WIB
Reporter : Randy Yasetiawan
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 2 Cu­rug, Kecamatan Curug, Kabu­paten Tangerang, memiliki cara kreatif dalam mengenalkan dunia pertanian kepada para siswanya. Melalui metode hi­droponik, sekolah tersebut meng­ajarkan bahwa menanam tanaman produktif tidak harus membutuhkan lahan yang luas.

Program penanaman hidro­ponik ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik bagi siswa agar lebih mengenal cara bercocok tanam modern. Dengan memanfaatkan per­alatan sederhana dan ruang yang terbatas di lingkungan sekolah, para siswa tetap dapat menanam berbagai jenis ta­naman produktif seperti sa­yuran yang hasilnya segar dan berkualitas.

Kepala SMPN 2 Curug Pur­waningsih mengatakan, kegiat­an menanam secara hidroponik ini sengaja diperkenalkan ke­pada siswa agar mereka me­mahami bahwa bercocok tanam bisa dilakukan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah yang lahannya terbatas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa bahwa menanam tanaman tidak selalu membu­tuhkan lahan yang luas. Dengan metode hidroponik dan alat yang sederhana, mereka tetap bisa menanam tanaman pro­duktif dengan hasil yang baik,” ujar Purwaningsih kepada Ta­ngerang Ekspres.

Ia menjelaskan, program ter­sebut tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan teknik ber­cocok tanam, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa pe­duli terhadap lingkungan sekaligus melatih kreativitas siswa.

“Anak-anak kami ajak untuk melihat langsung bagaimana proses menanam, merawat hingga memanen tanaman. Ini menjadi pengalaman belajar yang sangat baik karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di la­pang­an,” jelasnya.

Purwaningsih menambahkan, tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik di ling­kungan sekolah ternyata mam­pu tumbuh dengan baik. Bah­kan hasil panennya dinilai lebih segar dan sehat karena proses penanamannya terkontrol de­ngan baik.

“Hasilnya juga cukup me­muas­kan. Tanaman yang di­tanam secara hidroponik tum­buh dengan baik, segar dan kualitasnya bagus. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa karena mereka ter­libat langsung dalam proses penanamannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap ke­giatan tersebut dapat me­num­buhkan minat siswa terha­dap dunia pertanian modern seka­ligus memberikan wawasan baru bahwa bercocok tanam bisa dilakukan dengan cara yang lebih inovatif.

“Kami ingin siswa memiliki pengetahuan bahwa menanam tanaman produktif bisa dila­kukan dengan berbagai cara, termasuk hidroponik. Harapan­nya ke depan mereka bisa me­manfaatkan ilmu ini di rumah atau bahkan menjadi inspirasi untuk mengembangkan perta­nian skala kecil,” tuturnya.

Purwaningsih juga menilai kegiatan tersebut sangat positif karena mampu melatih kesa­baran, tanggung jawab, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah membangun karakter siswa. Mereka belajar merawat tanaman dengan sabar, bertanggung jawab, serta me­mahami pentingnya menjaga lingkungan,” tutupnya.(ran)

Kategori :