TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) menyatakan kesiapannya dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui jalur udara. Berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi teknologi hingga pengerahan personel tambahan telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di gerbang utama internasional Indonesia tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana mengungkapkan, tahun ini pihaknya memfokuskan mempercepat alur pemeriksaan dengan mengoptimalkan pemeriksaan otomatis atau autogate yang lebih inklusif.
Dia menyampaikan, langkah pertama yang diambil adalah memaksimalkan fungsi seluruh mesin autogate yang berada di Terminal 2 dan Terminal 3. Dia menyebut, adanya pembaruan sistem agar mesin tersebut dapat melayani lebih banyak kategori penumpang.”Kita optimalkan semuanya. Dari yang kemarin mesin itu hanya diatur untuk warga negara asing, sekarang kita buka dan kita setting untuk bisa membaca semua jenis paspor. Artinya, dengan itu flow-nya diharapkan semakin lancar,” kata Galih saat ditemui, Kamis, (12/3).
Selain aspek teknis, lanjut Galih, sisi sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian serius. Pihak Imigrasi akan melakukan deployment atau pengerahan petugas tambahan secara fleksibel. Jika terjadi potensi penumpukan di area keberangkatan maupun kedatangan, sistem shifting grup akan segera diberlakukan secara selektif untuk memperkuat pelayanan.
Galih menegaskan, guna memastikan kesiapan penuh, jajaran pimpinan pun akan turun langsung memantau lapangan tanpa mengambil jatah cuti.”Kita meminimalisir, atau bahkan saya sendiri tidak cuti nanti. Artinya, kita fokus kepada potensi arus tersebut,” tegasnya.
Menghadapi kompleksitas arus mudik, tambah Galih, Imigrasi Soekarno-Hatta juga terintegrasi dalam tim gabungan bersama para pemangku kepentingan bandara lainnya, seperti Polres Bandara Soekarno-Hatta dan Otoritas Bandara.
Kerja sama terpadu ini diwujudkan melalui pembentukan posko-posko pemantauan untuk menjalankan skenario kelancaran arus yang telah disusun bersama. Galih menambahkan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan secara merata, baik untuk penumpang yang menuju ke luar negeri maupun yang masuk ke Indonesia, mengingat kedua arus tersebut diprediksi terjadi secara bersamaan.
Dia menambahkan, memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadan tahun ini, pemudik menggunakan jalur udara melalui Bandara Soekarno-Hatta, lonjakan pergerakan penumpang terlihat belum signifikan.
Menurutnya, berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, gelombang pemudik yang menggunakan moda transportasi udara diprediksi baru mulai memadati bandara Soekarno-Hatta sepekan menjelang hari raya Idulfitri. ”Biasanya lonjakan signifikan baru terjadi sepekan atau H-5 Lebaran,” pungkasnya.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperkirakan lonjakan trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode angkutan Lebaran 2026.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir mengatakan, pihaknya akan mengoperasikan posko angkutan Lebaran mulai 13- 30 Maret 2026. Achmad memprediksi, di hari pertama penumpang arus mudik diproyeksikan mencapai sekitar 498 ribu orang dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357 penerbangan.“Estimasi penumpang arus mudik diprediksi kurang lebih 498.000 dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357 flight,” kata Achmad.
Ia menuturkan, pihaknya memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 15 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Perkiraan tersebut juga mempertimbangkan kebijakan pemerintah terkait penerapan skema work from anywhere (WFA) yang diperkirakan memengaruhi pola perjalanan masyarakat.
Achmad menambahkan, terdapat dua bandara dengan trafik terbesar selama Lebaran 2026, yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) di Bali.
Di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 179 ribu orang pada 14 Maret 2026. Sementara pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28 Maret, jumlah penumpang diprediksi meningkat hingga sekitar 198 ribu orang.“Sementara kalau untuk di Bali, di Bali hari Sabtu tanggal 14 itu sekitar 67.000. Dan nanti di tanggal 28 sekitar 73.000, arus baliknya,” ujar Syahir.