SMPN 2 Curug Gelar Pesantren Ramadan Jelang Libur Lebaran

Rabu 11-03-2026,14:43 WIB
Reporter : Randy Yasetiawan
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 2 Curug menggelar kegiatan Pesantren Ramadan di penghujung kegiatan belajar mengajar menjelang libur Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan karakter religius siswa sekaligus memberikan suasana pembe­lajaran yang lebih santai setelah padatnya agenda sekolah selama bulan Ramadan.

Kepala SMPN 2 Curug, Purwaningsih, me­ngatakan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadan sengaja ditempatkan di akhir ke­giatan sekolah agar siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih tenang dan fokus.

“Kami memang menjadwalkan Pesantren Ramadan di akhir kegiatan belajar mengajar karena sebelumnya siswa sudah mengikuti berbagai agenda akademik maupun kegiatan sekolah lainnya. Jadi, di akhir ini suasananya lebih santai namun tetap penuh makna,” ujar Purwaningsih kepada Tangerang Ekspres, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Pesantren Ramadan menja­di momentum penting bagi sekolah dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam meningkatkan keimanan, kedisiplinan, serta sikap saling menghargai antar sesama.

“Melalui Pesantren Ramadan, kami ingin siswa tidak hanya mendapatkan ilmu aka­demik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Kegiatan ini menjadi sarana pembi­naan akhlak agar siswa memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Purwaningsih, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, serta penyampaian materi tentang akhlak dan etika remaja. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar siswa tetap aktif namun tidak merasa terbebani menjelang masa libur sekolah.

“Kami ingin siswa menikmati prosesnya. Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang refleksi bagi siswa setelah menjalani proses belajar selama satu semester,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa suasana yang lebih santai di akhir kegiatan justru membuat siswa lebih mudah menerima materi keagamaan yang diberikan oleh para guru dan pembimbing.

“Ketika kegiatan akademik sudah selesai, siswa biasanya lebih rileks. Di situlah kami manfaatkan momen untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai religius. Respons siswa juga sangat positif karena mereka bisa belajar agama dengan suasana yang menye­nangkan,” ungkap Purwaningsih.

Selain meningkatkan pemahaman agama, pihak sekolah berharap kegiatan Pesantren Ramadan dapat membentuk kebiasaan baik yang terus dilakukan siswa di rumah selama libur Idulfitri.

“Kami berharap nilai-nilai yang didapat selama Pesantren Ramadan bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Jadi, bukan hanya selesai di sekolah saja, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Purwaningsih menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dan pembentukan karakter siswa.

“Pendidikan itu tidak hanya soal nilai pelajaran, tetapi juga pembentukan akhlak. Melalui Pesantren Ramadan ini, kami ingin siswa pulang menjelang libur Idulfitri dengan bekal spiritual yang kuat,” tutupnya.(ran)

Kategori :