TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Mengawali masuk sekolah, SMPN 1 Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, langsung menggelar kegiatan pesantren kilat atau pesantren Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas VII hingga IX.
Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin sekolah setiap bulan Ramadan. Hal ini sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah. Sejak pagi hari, para siswa antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kepala SMPN 1 Sepatan Sugeng Atmoko mengatakan, pesantren kilat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari program pembinaan karakter siswa yang berkelanjutan.
“Pesantren Ramadan ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap tahun. Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter siswa yang islami, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang lebih baik,” ujar Sugeng Atmoko Kepada Tangerang Ekspres, Senin (23/2)
Ia menambahkan, selama bulan Ramadan, porsi pembelajaran keagamaan akan lebih banyak dibandingkan hari biasa. Materi yang diberikan meliputi tadarus Al-Qur’an, kajian akhlak, praktik ibadah seperti salat dhuha dan salat berjamaah, hingga tausiyah yang disampaikan oleh guru maupun narasumber dari luar sekolah.
“Selama Ramadan, kegiatan dan pelajaran keagamaan memang kami perbanyak. Ini sebagai momentum pembentukan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan moral,” paparnya.
Menurut Sugeng, pesantren kilat dikemas secara menarik dan interaktif agar siswa tetap semangat meski sedang menjalankan ibadah puasa. Beberapa kegiatan juga dirancang dalam bentuk diskusi kelompok, kuis Islami, serta praktik langsung ibadah sehari-hari agar siswa dapat memahami materi secara aplikatif.
”Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif dengan menanamkan nilai religius sejak dini,” katanya.
Sugeng menjelaskan, seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren Ramadan sebagai bagian dari penilaian sikap dan karakter. Dengan demikian, sekolah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberikan dampak positif dalam pembentukan pribadi siswa yang berakhlak dan berprestasi.
”Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin memanfaatkan momen ini untuk menanamkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial kepada seluruh siswa. Harapannya, kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan bisa terus diterapkan di bulan-bulan berikutnya,” tutupnya.(ran)