Meriah! Milad SIT Granada ke-43 Gelar Education Fair ke-10

Senin 09-02-2026,04:39 WIB
Reporter : Devi Can
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.id, TANGERANG – Dalam rangka memperingati Milad ke-43, Granada menggelar Granada Education Fair (GEF) ke-10 dengan sukses. Acara yang berlangsung meriah ini dimulai sejak dua pekan sebelumnya dengan berbagai lomba internal antar siswa dan pegawai di unit masing-masing, seperti futsal, tenis meja, dan lomba lainnya. Kegiatan tersebut menjadi ajang kebersamaan sekaligus mempererat solidaritas internal keluarga besar Granada.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Granada Education Fair yang menghadirkan 16 jenis perlombaan diikuti oleh 1.313 peserta dari berbagai sekolah se-Kota Tangerang.

Tidak hanya perlombaan, acara ini juga diramaikan dengan bazar dan pameran pendidikan yang berlangsung sejak 2-6 Februari, melibatkan 32 tenant bazar dan 13 tenant pameran. Para sponsor pun turut mendukung kesuksesan acara ini.

Acara pembukaan GEF ke-10 dihadiri oleh Wali Kota Tangerang yang diwakili oleh Camat Karawaci. Kehadiran unsur pemerintah ini menunjukkan dukungan terhadap dunia pendidikan dan kegiatan positif yang digagas oleh Granada.

Puncak acara GEF adalah seminar parenting yang menghadirkan ustadzah Hj. Lulu Susanti, S.Pd.i M.Ag., yang juga dikenal sebagai Dewan Juri Hafizh Indonesia. Seminar ini mendapat antusiasme tinggi dari orang tua siswa dan masyarakat umum.

"Mengusung tagline 'Granada Berprestasi dan Juara', kami berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi secara spiritual. Ini sejalan dengan visi misi Granada untuk membentuk Generasi Qur'ani yang soleh, cerdas, dan kreatif," ujar Mohamad Ismail Musa, Ketua Yayasan Granada.

Toton Subandi, Ketua Pelaksana GEF, menjelaskan bahwa pameran pendidikan yang digelar menampilkan berbagai hasil karya siswa melalui pembelajaran berbasis proyek dan produk. Pameran ini disajikan secara digital dan manual, menggambarkan proses pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Salah satu contoh kreatifitas siswa adalah pengolahan sampah daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain itu, Granada juga menunjukkan pencapaian luar biasa dalam membentuk generasi Qur’ani. Sebanyak 709 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA telah menyelesaikan hafalan minimal 3 juz Al-Qur’an, dan beberapa siswa bahkan berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.

Granada: Menjaga Konsistensi dalam Dunia Pendidikan

Granada, yang berdiri pada tahun 1983, terus berkembang dan menunjukkan konsistensinya dalam dunia pendidikan. Unit pertama yang dibangun adalah Taman Kanak-Kanak (TK) pada 1984, dan kini Granada memiliki berbagai jenjang pendidikan lengkap, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga pondok modern.

“Dengan segala suka dan duka, Granada dapat terus berjalan hingga usia 43 tahun ini. Semua ini berkat rahmat Allah Subhanawata’ala dan kerja keras seluruh keluarga besar Granada,” tutup Mohamad Ismail Musa.

Granada terus berkomitmen untuk mencetak generasi unggul, berkarakter kuat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman demi masa depan yang lebih baik. (dev)

Tags :
Kategori :

Terkait