TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pasca-banjir yang sempat merendam sembilan kecamatan di Kota Tangerang, Pemkot Tangerang bergerak cepat melakukan langkah pemulihan. Fokus utama saat ini diarahkan pada pembersihan sisa-sisa banjir di wilayah terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pada awal kejadian, banjir melanda sembilan kecamatan di Kota Tangerang. Namun, di hari kedua, wilayah terdampak berkurang drastis menjadi empat kecamatan, yakni Periuk ketinggian genangan air di Perumahan Total Persada cukup tinggi hingga mencapai 2 meter. Kemudian Kecamatan Cipondoh, Karang Tengah, dan Ciledug.
Mahdiar mengatakan, BPBD bersama petugas gabungan bergerak dengan cepat melakukan pemulihan wilayah terdampak. Pompa dan Pembersihan lumpur untuk mempercepat proses pengeringan di wilayah yang masih tergenang.
“Kita geser pompa portabel dari area Total Persada ke wilayah Periuk Damai untuk melakukan pengeringan,” ujar Mahdiar.
Menurut Mahdiar, proses pemulihan mencakup pembersihan sampah yang terbawa arus serta penyemprotan sisa lumpur yang tebal di jalanan maupun fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) serta sekolah sekolah yang terdampak banjir.
"Kami dari BPBD fokus pada penyemprotan sisa-sisa lumpur pasca-banjir agar akses jalan tidak licin dan membahayakan warga. Rekan-rekan lainnya seperti dari DLH bergerak cepat mengangkut sampah-sampah yang menumpuk di area pemukiman dan jalan protokol," ujar Mahdiar, Senin, (26/1).
Mahdiar menyampaikan, petugas gabungan juga membantu warga dalam membersihkan rumah-rumah yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Meski banjir di sebagian besar titik sudah surut, Mahdiar mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadainya. Berdasarkan informasi BMKG, prediksi cuaca potensi hujan dengan intensitas lebat diperkirakan masih akan membayangi wilayah Kota Tangerang hingga Maret 2026 mendatang.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan selalu memantau perkembangan cuaca. Mengingat prediksi hujan lebat masih ada hingga Maret 2026, kesiapsiagaan mandiri di tingkat lingkungan sangat diperlukan," tambahnya.
BPBD Kota Tangerang sendiri tetap menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan banjir guna mengantisipasi jika terjadi kenaikan debit air sewaktu-waktu. Warga yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan call center 112 atau nomor piket BPBD.
Terpisah, banjir juga melanda Kabupaten Tangerang. Terdapat ribuan warga yang terdampak. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi melanda di puluhan kecamatan.
"Data di BPBD mencatat ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 170 sentimeter. Terdampak di Kecamatan Rajeg, Balaraja, Tigaraksa, Solear, Jambe, Kelapa Dua, Kemiri, Kresek, Sukamulya, hingga Legok. Banjir merendam permukiman warga, perumahan dan akses jalan lingkungan," jelasnya, Senin (26/1).
Untuk di Kecamatan Rajeg banjir menggenangi beberapa kawasan perumahan seperti Perumahan Vilagio, Nuansa Mekarsari, Sukasari Indah Permai, hingga Mutiara Tanjakan Mekar. Di mana, ratusan kepala keluarga terdampak, bahkan puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Lalu di Kecamatan Balaraja, banjir melanda Desa Pasir Ampo dan Perumahan Griya Sutra. Tercatat ratusan rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai ribuan jiwa. Banjir juga menerjang di Kecamatan Tigaraksa dan Kelapa Dua, di mana genangan air masih bertahan hingga siang hari.
Taufik menyebutkan, selain banjir beberapa kejadian lain juga terjadi akibat cuaca ekstrem, di antaranya pergeseran tanah di wilayah Tigaraksa yang berdampak pada lima rumah warga, pohon tumbang di Kecamatan Kelapa Dua.
"Sebagian wilayah masih tergenang dan terus dipantau. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kami tangani warga terdampak banjir dengan distribusi logistik dan evakuasi bersama TNI, Polri dan warga serta relawan dan pemerintah desa," jelasnya.
Data banjir Kota Tangerang
1. KEC. BENDA
- JI. Atang Sanjaya RT.001/RW.06, Benda ±20 cm - 08.30 WIB
- Depan Polsek Benda/Kolong Jembatan (berangsur surut)
- JI. Husein Sastranegara, Jurumudi Baru (berangsur surut)
- Kp. Rawa Bokor RT. 002/04 (berangsur surut)
2. KEC. CIBODAS
- Bawah Flyover Taman Cibodas (berangsur surut)
- JI. Darmawangsa RW.15, Uwung Jaya (berangsur surut)
- JI. Kalisabi RT.001/10, Uwung Jaya (berangsur surut)
- JI. Kalingga 1-10 RW.16, Uwung Jaya (berangsur surut)
- Perumahan Taman Cibodas, Uwung Jaya (berangsur surut)
- Kp. Uwung Girang RT.002 dan 04 RW.1 (berangsur surut)
- Perumahan Taman Cibodas, Cibodas (berangsur surut)
- JI. Dipatiunus, Cibodas (berangsur surut)
- Cimone Permai JI. Delta, Cibodas (berangsur surut)
- JI. Taman Cisadane, Panunggangan Barat (berangsur surut)
- JI. H. Djasirin RT.01, RW.05, Jatiuwung (berangsur surut)
- JI. Lengkeng RT.03, RW.05 Jatiuwung (berangsur surut)
- JI. Gandaria I RT.03, RW.02 Jatiuwung (berangsur surut)
- JI. Sawo 4 RT.03, RW.02 Jatiuwung (berangsur surut)
3. KEC. JATIUWUNG
- JI. Padjajaran (berangsur surut)
- JI. Caplang (berangsur surut)
- Kp. Rawacana RT.003/03 (berangsur surut)
- Kp. Gandasari, RT.002/03 Gandasari (berangsur surut)
- Alam Jaya, RT.001,004,005/RW.08 - Gandasari +20 cm
4. KEC. KARAWACI*
- JI. Galeong, Margasari (berangsur surut)
- Kp. Laban Bulan RT.001/RW.08, Margasari (berangsur surut)
- RW.07, Pabuaran (berangsur surut)
- Karawaci lir, Tanah Gocap RT.001,002/ RW.03, Karawaci (berangsur surut)
5. KEC. KARANG TENGAH
- RT.003,004/ RW. 07, Karang Mulya (berangsur surut)
- JI. Raden Saleh, Karang Mulya (berangsur surut)
- Komplek DDN, Karang Mulya (berangsur surut)
- Ciledug Indah1 & 2 (berangsur surut)
- JI. Amd Pr. Jaya, RW.02 Pd. Bahar t30 cm - per 09.30 WIB
6. KEC. PINANG
- JI. Raya Gempol, Kunciran (berangsur surut)
- Blok K, Kunciran Indah (berangsur surut)
7. KEC. LARANGAN
- Komplek Taman Asri, Cipadu (berangsur surut)
- Komplek Patal (berangsur surut)
8. KEC. CIPONDOH
- JI. KH. Ahmad Dahlan RW.05 dan RW.06, Petir 120 cm
9. KEC. BATUCEPER
- Gg. Swadaya RT.003/06, Poris Gaga ±30 cm (berangsur surut)
10. KEC. CILEDUG
- Komplek Puri Kartika Baru RW.09, Tajur (berangsur surut)
- RW.01,03,05,06,08, Tajur (berangsur surut)
- RW.04,05,07,08,09, Sudimara Timur (berangsur surut)
- Kp. Pulo Nyamuk RT.001,002/RW.06, Parung Serab (berangsur surut)
- JI. Kidarkum RT.001/RW.08, Parung Serab (berangsur surut)
- Komplek Duren Villa RW.12, Sudimara Selatan (berangsur surut)
- Komplek Griya Kencana, Sudimara Selatan (berangsur surut)
- Komplek Dukuh Asri RW.O3, Sudimara Selatan (berangsur surut)
- Kampung Pulo RW.04, Sudimara Selatan (berangsur surut)
- Kampung Dukuh RW.06,07, Sudimara Selatan (berangsur surut)
- RT.004/RW.15 dan RT.002/RWI1 (berangsur surut)
11. KEC. PERIUK*
- Jalan Situ Bulakan 100 cm
JI. Jembatan Alamanda, Gebang Raya ±160 cm
- JI. Nusa Indah Raya, Sangiang Jaya t60 cm
- Garden City RW. 21, 22, 25, Gebang Raya ±120 cm
- Garden City RT.002/RW.15, Periuk ±120 cm
- Perum Mutiara Pluit RW.11, Periuk +80cm
- Periuk Damai RW.08, Periuk hingga ±450 cm
- Periuk Taman Elang RW.16, Periuk t60 cm
- Total Persada Raya +30cm
- Taman Gebang Raya RT.003/RW.06, Gebang Raya 70 cm
Upaya Pemkot Kota Tangerang dalam menangani banjir
-Mendirikan satu Posko Pemkot, 13 Posko Kecamatan, 25 Posko Kelurahan dan 22 Posko Kesehatan.
- Menerjunkan 2.247 personil. Terdiri dari 200 personil BPBD, 259 personil, Satpol PP, 205 personil DLH, 20 personil PDAM, 287 personil Pertamanan, 60 anggota PMI, 69 personil Tagana, 140 anggota Dishub, 984 petugas Dinkes dan 23 petugas Dinas PU
-Mengerahkan 21 unit perahu karet, 123 unit mobil, 120 bentor, 6 unit genset, 23 unit mobil tanki, satu unit tenda komando, 10 unit mobil patroli, 30 motor anggota dan 3 unit alat berat.
- Logistik bantuan permakanan sebanyak 14.254 nasi bungkus, 131 karung beras 50 kg, 2.016 dus mie instan, 735 dus air mineral, 96 pouch minyak goreng, 88 peti telur, 150 kaleng sarden, 204 botol kecap, 5 dus makanan bayi, 129 dus susu, 96 dus biskuit, 34 dus snack dan 957 bungkus roti.
Data Banjir Kab Tangerang
Data yang masuk hingga Minggu 25 Januari 2026 dan masih menggenang hingga Senin 26 Januari 2026.
-Kecamatan Solear, sedikitnya 167 KK terdampak di Desa Munjul
-Kecamatan Tigaraksa sekitar 656 KK terdampak di wilayah yang berbatasan dengan KecamatanCikupa dan Desa Pasir Bolang.
-Kecamatan Cikupa sebanyak 73 KK
-Kecamatan Jambe sebanyak 35 KK
-Kecamatan Legok 3 KK
-Kecamatan Kelapa Dua mencakup beberapa RW dengan genangan hingga 170 sentimeter.
-Kecamatan Sukamulya 43 KK
-Kecamatan Rajeg 337 KK terdampak dan 60 warga mengungsi
-Kecamatan Kresek 467 KK
-Kecamatan Balaraja 815 KK
-Kecamatan Kemiri 582 KK terdampak di beberapa desa.
-Kecamatan Pagedangan, Sindang Jaya, Sepatan Timur, dan Sepatan. (zis-sep)