TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Belum genap satu bulan tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel telah mengevakuasi puluhan binatang dari permukiman warga.
Binatang yang dievakusi tersebut antara lain ular, biawak, tawon, kucing dan lainnya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, musim hujan sering kali diiringi dengan berbagai fenomena alam, salah satunya adalah meningkatnya kemunculan ular di lingkungan permukiman.
"Kejadian ini sering membuat masyarakat resah, terutama di daerah yang dekat dengan kali, semak-semak dan lainnya," ujarnya kepada Tangerang Ekspres Minggu (25/1).
Dohiri menambahkan, kemunculan ular pada musim hujan bukan tanpa alasan tapi, dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku alami hewan tersebut. Dimana ular-ular sering masuk ke rumah dan tempat lainnya unthk tempat yang aman saat lubang atau sarang mereka terisi air.
Tak hanya itu, musim hujan juga meningkatkan populasi mangsa ular seperti tikus, katak, dan serangga. Sehingga ini membuat ular lebih aktif keluar dan berburu. "Ini salah satu yang menyebabkan ular berkeliaran dan terlihat oleh manusia dan terutama pada malam hari maupun setelah hujan deras," tambahnya.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) Grup Charilie pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ilham Paturohman mengatakan, dsri 1 Januari 2026 hingga sekarang pihaknya telah melakukan evakuasi non kebakaran sebangak 49 evakuasi.
"Dari 49 evakuasi yang kita lakukan, 40 peraennga didominasi evakuasi ular baik jenis piton, sanca maupun cobra. Sisanya beragam, ada evakuasi biawak, kucing, tawon dam lainnya," ujarnya.
Ilham menambahkan, musim hujan ular banyak yang muncul dan salah satunya penyebabnya terbaya arus dikali dan mashm kepermukiman warga. Selain itu pada bulan November sampai Januari biasanya ular bangak yang menetas.
"Ada juga tempat tinggal ular terendam air karena cuaca hujan terus. Ular yang banyak kita evakuasi ini jenis sanca, piton dan cobra jawa," tambahnya
Menurutnya, ular kebanyakan masuk dalam rumah dan berlindung di plafon, dapur dan gorong-gorong warga.
"Kalau biawak ini sebenarnya predatot ular, jadi kalau melihat disekitar rumah ada biawak biarin saja karena dia cari sarang ular untuk membasminya," jelasnya.
Ilham mengaku, pada Sabtu, 24 Januari 2026 pihaknya mengevakusi ular yang dipelihara warga di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang.
"Ada warga yang menghubungi kita dan minta 3 ekor ular piton peliharaannya dievakusi atai dibawa. Ini karen ular sudah dipelihara sejak kecil dan sekarang telah berumur 5 tahun lebih," tuturnya.
"Warga ini mengaku sudah tidak sanggup kasih makan lagi karena seminggu sekali dikasih makan 1 ayam per ekor," ungkapnya.
Ilham mengimbau warga bila melihat ular dan bila bisa melakukan evakuasi sendiri diharap mengamankannya saja. "Tapi, kalau tidak bisa ya silahkan hubungi Damkar. Tapi, ularnya harap dipantau agar pergerakannya ketahuan," tutupnya. (bud)