TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang berencana membuat kompetisi pendapatan desa sebagai upaya mendorong peningkatan kemandirian fiskal dan optimalisasi potensi ekonomi di tingkat desa.
Program ini dirancang untuk memacu kreativitas pemerintah desa dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), untuk kemudian bisa dirasakan dengan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD)-nya.
Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha mengatakan, akan dibuatkan sistem disertai aplikasinya layaknya liga sepakbola, yang disebut dengan liga desa fiskal dan tentunya masyarakat bisa melihat langsung melalui handphone desanya berada di peringkat berapa.
Hal tersebut bisa memacu semangat para kepala desa untuk berlomba-lomba meningkatkan serta menggali PADes-nya, supaya desanya tidak berada di rangking paling bawah.
"Agar bagi hasilnya tinggi dan bisa dimanfaatkan oleh desa dan masyarakat, ini menjadi simbiosis mutualisme, kami tidak bisa melakukannya sendirian, karena pegawai yang terbatas tidak mungkin cukup untuk bisa meng-cover seluruh potensi yang ada di 29 kecamatan dan 326 desa. Artinya, kita butuh peranan aktif dari pemerintah desa untuk berpartisipasi aktif dalam hal bagaimana menjadi duta-dutanya pendapatan, dengan begitu saya yakin kemandirian secara fiskal akan kuat di Pemkab Serang," katanya, Senin (19/1).
Menurut Farhan, kompetisi ini akan melibatkan seluruh desa se-Kabupaten Serang, yang setiap desanya akan dinilai berdasarkan kemampuan meningkatkan pendapatan, inovasi pengelolaan potensi lokal, serta tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.
Kompetisi pendapatan desa ini juga diharapkan dapat menjadi sarana berbagi praktik baik antardesa, dan yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan akan dijadikan contoh bagi desa lain dalam mengembangkan sektor unggulannya.
"Ini sesuai dengan asta cita presiden nomor enam, yaitu pembangunan dimulai dari desa, ekonomi, pemerataan dan sebagainya, dan kemandirian di desa akan terwujud juga karena semua bergerak. Mudah-mudahan ini bisa mendorong motivasi dari masyarakat desa untuk membangun desanya lebih baik, pemerintah desa semakin mandiri secara finansial dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan," ujarnya.
Pihaknya kini sedang mencoba memetakan terlebih dahulu apa saja potensi dari masing-masing desa, untuk mengetahui apakah cukup relevan diaplikasikan kompetisi tersebut di tahun ini mengingat kini ada efisiensi anggaran.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Nasdem, Pendi mengapresiasi Bapenda dengan adanya terobosan baru melalui program kompetisi pendapatan desa.
Ia menilai, program tersebut sangat bagus karena nantinya dapat mendorong peningkatan PAD Kabupaten Serang sekaligus memperkuat kemandirian desa.
"Kami pasti mengapresiasi dengan adanya terobosan baru dari Kepala Bapenda Kabupaten Serang. Kami di legislatif, sesuai dengan fungsinya yaitu pengawasan, pasti ikut mengawal juga terhadap kebijakan-kebijakan yang menurut kami bagus, dan juga sebagai bentuk semangat dari Pemkab Serang dalam upaya menaikkan PAD," katanya kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp. (agm)