TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan mulai menyalurkan program seragam sekolah gratis pada awal tahun ajaran baru, Juli 2026. Namun, bantuan tersebut tahun ini hanya diberikan satu setel bagi peserta didik baru di sekolah negeri.
Seragam yang dibagikan berupa putih-merah untuk siswa sekolah dasar (SD) dan putih-biru bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Kebijakan ini berbeda dari rencana awal yang menargetkan pemberian empat jenis seragam sekaligus.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan pembagian seragam akan dilakukan bersamaan dengan masuknya peserta didik baru.
“Nanti mulai bulan Juli, pas masuk tahun ajaran baru. Peserta didik baru akan mendapatkan satu setel seragam,” ujarnya, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, pembatasan jumlah seragam tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada alokasi belanja daerah. “Tahun ini satu setel seragam dulu, karena penganggaran kemarin terkena efisiensi,” katanya.
Awalnya, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pengadaan seragam sekolah. Namun, setelah dilakukan penyesuaian, anggaran tersebut berkurang signifikan.
Saat ini, pengadaan seragam untuk siswa SD dialokasikan sebesar Rp1,7 miliar dan untuk SMP sekitar Rp1,1 miliar.
“Yang tadinya empat setel, sekarang hanya bisa direalisasikan satu setel. Anggarannya tidak besar,” ujarnya.
Meski demikian, Nuri berharap jumlah bantuan seragam dapat ditingkatkan pada tahun anggaran berikutnya. “Mudah-mudahan 2027 nanti bisa dianggarkan untuk dua jenis seragam. Tahun ini cuma Rp1,1 miliar untuk SMP dan Rp1,7 miliar untuk SD,” tuturnya.
Terkait jumlah penerima, Dindikbud belum dapat memastikan secara pasti karena masih menunggu hasil penerimaan peserta didik baru. Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah siswa baru di Kota Serang mencapai sekitar 6.000 orang.
“Jumlahnya nanti tergantung daya tampung sekolah. Setelah siswa baru masuk, baru dilakukan pengukuran seragam, kemudian dibagikan,” jelasnya.
Program seragam gratis tahun ini juga masih terbatas bagi siswa di sekolah negeri. “Sementara ini khusus untuk sekolah-sekolah negeri dulu. Untuk sekolah swasta belum,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan, keberlanjutan program seragam gratis tetap menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan, meski di tengah keterbatasan fiskal.
“Setiap siswa tetap mendapatkan satu seragam. Ini menunjukkan komitmen pemerintah meskipun anggarannya dipangkas. Program tetap kami jalankan,” katanya.
Budi juga membuka peluang penambahan jumlah bantuan seragam pada tahun mendatang apabila kondisi keuangan daerah membaik. “Insya Allah, jika anggaran sudah kembali normal, tahun depan bisa kita tambah lagi jumlah seragam yang diberikan,” katanya. (ald)