“Ya, persoalan utamanya sampah. Makanya saya mengajak warga untuk gotong-royong menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah siap memperbaiki saluran yang rusak, tapi perilaku masyarakat juga harus mendukung,” tegasnya.
Terkait kebutuhan alat penanganan bencana seperti perahu karet dan perlengkapan evakuasi, Budi menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Serang tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan menyesuaikan perencanaan anggaran.
“Terkait alat seperti perahu karet, sekarang sedang kita koordinasikan dengan pusat karena ada program bantuan. Kita juga lagi menghitung kemampuan anggaran daerah, karena ada kegiatan prioritas lain. Jadi harus seimbang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa rencana pengadaan alat penanganan bencana untuk tahun 2026 masih dalam tahap pematangan proposal dan kebutuhan teknis BPBD.
“Mereka harus menyampaikan dulu ekspos lengkap kepada saya. Kalau bisa dipenuhi dari bantuan pusat, anggaran daerah bisa kita arahkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Jangan sampai kita anggarkan sesuatu yang akhirnya tidak terpakai,” pungkasnya. (ald)