Sinkronisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Terhambat

Rabu 27-08-2025,21:46 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Upaya mening­kat­kan daya saing sumber daya manusia (SDM) melalui sinkro­nisasi pendidikan vokasi, khu­susnya untuk siswa SMK, masih terhambat oleh regulasi dan koordinasi antarinstansi. 

Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Adi Nu­groho meng­ung­kapkan bahwa saat ini banyak lulusan SMK yang kembali meng­­­ikuti pela­­tih­an di ba­lai la­tih­an kerja (BLK) hanya un­tuk menda­patkan sertifikat kompetensi se­­bagai syarat me­­la­­­mar pe­kerjaan.

"Sekarang ini kan banyak lu­lus­an SMK justru mengulang lagi pelatihan di BLK. Kalau sistemnya disin­kronkan, mereka tidak perlu buang waktu. Kami di BBPVP siap memfasilitasi," katanya usai berkunjung ke Gubernur Banten Andra Soni, di kantor Gubernur Banten Lama, Kota Serang, Rabu (27/8).

Menurut Adi, idealnya, siswa SMK bisa langsung mengikuti pelatihan di BLK saat masih sekolah. Konsep yang diusulkan adalah mengganti program magang siswa SMK dengan pelatihan berbasis kompetensi di BLK. Hal ini akan menghemat waktu siswa dan memastikan mereka lulus dengan ijazah serta sertifikat kompetensi yang diakui.

"Seperti misalnya mereka magang di instansi peme­rintah, seringkali hanya jadi tukang foto copy atau hal-hal yang tidak tersingkronisasi. Maka, sesuai arahan Pak Gubernur tadi, kita ingin agar anak-anak SMK ini bisa diarahkan," ujarnya.

Namun, kendala utamanya adalah aturan ketenagakerjaan yang tidak memungkinkan BLK menerima peserta yang masih berstatus siswa. 

Sinkronisasi hanya bisa dilakukan melalui kerja sama dan Memorandum of Under­standing (MoU) antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Pendidikan (Dindik).

"Jika dengan adanya MoU bisa kita sinkronisasikan melalui kurikulum yang ada di SMK itu untuk mereka nantinya jadi peserta pelatihan di kami," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Ban­ten, Septo Kalnadi mem­be­narkan bahwa ide ini sudah diajukan sejak tahun lalu kepada Dinas Pendidikan, tetapi belum ada realisasi. Dinas Pendidikan disebut ma­sih lebih fokus pada pem­­bangunan sarana dan prasarana.

"Hari ini Dinas Pendidikan masih kepada pembangunan sarana-prasarana, pem­ba­ngun­an ruang kelas baru. Makanya saat ini kan kabid sekolah menengahnya itu mantan kepala BLK Serpong. Jadi sudah coba saya omongin, dan kami nyambung. Tinggal mungkin di 2026 kita wu­judkan," katanya.

Gubernur Banten Andra Soni terus berkomitmen untuk memperluas kesempatan pela­tihan vokasi bagi masya­rakat Banten, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. 

"Kami memang sangat me­mer­lukan kerja sama dan kola­borasi, terutama dalam memaksimalkan potensi ma­­­syarakat Banten. Salah satunya melalui pelatihan vokasi dan pendidikan vokasi," katanya.

Andra juga menugaskan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banten untuk memperkuat koordinasi dengan BBPVP, sekaligus melibatkan Dinas Pendidikan agar siswa SMK dapat memperoleh pe­nga­laman magang yang terstruktur hingga memperoleh sertifikasi resmi.

"Supaya magangnya lebih terarah dan bisa sampai ser­tifikasi. Dengan begitu, anak-anak kita tidak hanya belajar, tetapi juga siap ber­saing di dunia kerja. Kami sepakat untuk saling men­­dukung agar hasilnya benar-benar ber­manfaat dan ber­dam­­pak bagi masyarakat Ban­ten," paparnya. (mam)

Kategori :