Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan psikolog Reni Kusumawardani pada persidangan dengan terdakwa anggota DPR Miryam S Haryani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/0). Reni merupakan ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia yang dihadirkan sebagai ahli pada persidangan perkara pemberian keterangan palsu dalam kasus KTP-el itu. Dalam persidangan itu Reni mengaku sudah melihat video rekaman tentang proses pemeriksaan terhadap Miryam di KPK ketika proses penyidikan kasus e-KTP untuk tersangka atas nama dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto. Dari video itu pula Reni memberikan penilaian tentang Miryam. "Dalam pengamatan kami terhadap video, di situ patut diduga bahwa keterangan yang disampaikan adalah kebenaran. Sangat mungkin, relevan untuk diduga kebenarannya," kata Reni di hadapan majelis hakim. Artinya, segala hal yang diucapkan Miryam katanya dalam BAP tersebut patut diduga kebenarannya. "Keterangan relevan untuk dipercaya menjelaskan peristiwa yang dialami Miryam," tuturnya. Miryam pun mendapat kesempatan untuk mengomentari keterangan Reni. Beberapa kali janda kelahiran Indramayu, 1 Desember 1973 itu sempat beberapa kali mencandai Reni untuk mencairkan suasana. Miryam beberapa kali menyebut Reni tampak cantik. "Terima kasih Bu Ahli (Reni). Cantik soalnya," ujarnya. Ia bertanya kepada Reni soal kondisinya saat diperiksa oleh penyidik KPK. Sebab, Reni telah mengobservasi video pemeriksaan itu. Menurut Miryam, dirinya dalam pemeriksaan itu beberapa kali minta waktu ke toilet untuk buang air besar maupun kecil. "Kondisi saya stres atau gimana?" ujar Miryam bertanya. Menurut Reni, kondisi itu sangat normal bagi seseorang yang menjalani pemeriksaan. Justru kalau tidak stres ketika diperiksa, berarti tidak normal. Namun, kata Reni, yang terpenting adalah Miryam bisa konsisten dalam menjawab pertanyaan penyidik meski diliputi ketegangan. "Saya juga di sini ada rasa deg-degannya. Yang ditunjukkan waktu itu masih ada fokus dari ibu menyampaikan yang relevan," jelas Reni. Miryam kembali bertanya soal konsistensi penyidik KPK Novel Baswedan soal aroma durian yang mengganggunya. Novel mengaku hanya memakan kue beraroma durian. Sedangkan Miryam meyakini Novel makan durian. Karena itu Miryam menanyakan kejujuran Novel. Mendapat pertanyaan itu, Reni lantas mengatakan ada sesuatu yang tidak sinkron dan ada indikasi berbohong dalam jawaban Novel. Miryam pun terlihat happy. "Terima kasih, ibu cantik," timpal Miryam sehingga mengundang tawa. "Ibu Miryam juga cantik," ucap Reni membalas Miryam. (JPC)
Miryam Menggoda Psikolog Cantik
Selasa 19-09-2017,08:23 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 14-08-2026,20:05 WIB
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
Jumat 14-08-2026,21:42 WIB
Dilema Pengusaha: Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang (2)
Jumat 14-08-2026,17:12 WIB
Pemkot Tangsel dan GPS Gagas Digitalisasi Masjid Untuk Bangun Fondasi Spiritual Masyarakat
Sabtu 15-08-2026,03:17 WIB
Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026
Terkini
Sabtu 15-08-2026,03:17 WIB
Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026
Jumat 14-08-2026,21:42 WIB
Dilema Pengusaha: Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang (2)
Jumat 14-08-2026,20:05 WIB
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
Jumat 14-08-2026,17:12 WIB
Pemkot Tangsel dan GPS Gagas Digitalisasi Masjid Untuk Bangun Fondasi Spiritual Masyarakat
Jumat 14-08-2026,12:21 WIB