JAKARTA - Ada lima prioritas yang akan dikerjakan dalam lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dari pembangunan SDM, penataan birokrasi, hingga membuka seluas-luasnya investasi. "Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif. Oleh karena itu, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan," kata Jokowi dalam pidato perdananya di depan MPR, kemarin (20/10). Prioritas pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama. Membangun SDM yang pekerja keras yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jokowi akan mengundang talenta-talenta global bekerja sama. Itu pun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Cara-cara baru harus dikembangkan. "Kita perlu endowment fund (dana abadi) yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Selain itu, juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," jelasnya Jokowi. Kedua, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi yang mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, harus dipotong, harus dipangkas. "Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar, UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM," kata Presiden menjelaskan. Masing-masing UU tersebut akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi. Keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus dilakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus dipangkas. "Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, dan eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," katanya. Jokowi juga meminta kepada para menteri, para pejabat, dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, Presiden tidak akan memberi ampun. "Saya pastikan, pasti saya copot," kata Jokowi menegaskan. Kelima, transformasi ekonomi yang akan dikerjakan adalah transformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam. "Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi. (fin/ful)
5 Tahun 5 Prioritas
Senin 21-10-2019,06:33 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 11-05-2026,10:28 WIB
Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
Senin 11-05-2026,17:00 WIB
Kabupaten Sumedang Buat Terobosan untuk Pengawasan MBG, Orang Tua Bisa Update Tiap Hari
Senin 11-05-2026,18:17 WIB
Tim Robotik MAN 4 Tangerang Sabet Gelar Juara Umum di UIN SMH Banten
Senin 11-05-2026,20:56 WIB
Pembangunan Flyover Ditarget Rampung Desember
Terkini
Senin 11-05-2026,21:55 WIB
Di Ujung Pengabdian, 2027 Jadi Mimpi Buruk Guru Honorer, Pengabdian Panjang Terancam Berakhir
Senin 11-05-2026,21:50 WIB
Target Investasi Rp15,15 Triliun, Jaga Kualitas Hadirkan Integrasi Pelayanan
Senin 11-05-2026,21:47 WIB
Pemkot Tangsel Klaim Tindaklanjuti Ratusan Laporan SP4N
Senin 11-05-2026,21:44 WIB
Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku Curanmor di Kelapa Dua
Senin 11-05-2026,21:42 WIB