TUNJUNGTEJA – Pemerintah Desa Tunjungteja, Kecamatan Tunjungteja, punya cara untuk memaksimalkan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dijadikan komandan keamanan lingkungan. Dengan posisi ini, anggota Linmas diberi kewenangan untuk menegur warga yang malas mengikuti jadwal ronda malam. Mandat khusus dari pihak desa ini untuk menyambut Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. Pemberian tugas khusus kepada anggota Linmas tersebut sudah diberlakukan di RW 03 yang didaulat mewakili Pemerintah Desa Tunjungteja pada Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019. RW membawahi empat RT dan tiga kampung. Yakni, RT 11 di Kampung Dukuh, RT 12 di Kampung Kendal, serta RT 13 dan 14 di Kampung Cimanik. Setiap RT dikomandani satu anggota Linmas. “Jadi, di RW 03 ada delapan Linmas,” jelas Kepala Desa Tunjungteja Endang Mubarok kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (7/10). Upaya meningkatkan siskamling ini, diakui Endang, juga akibat kasus tawuran anak SMP di lingkungan RW 03 pada bulan Ramadhan lalu. Serta, kasus pencurian tabung gas milik warga RW 03 pada Minggu (29/9). “Makanya, sekarang jadwal siskamling dan peran Linmas diperkuat,” tegasnya. Penguatan peran Linmas di lingkungan RW 03 baru diberlakukan pada Minggu (6/10). Cara Pemerintah Desa Tunjungteja ini, menurut Endang, telah berdampak. Pos kamling di lingkungan RW 03 telah difungsikan kembali oleh warga hingga pagi hari. “Sebelumnya mah kadang cuma malem Minggu doang ramainya,” ungkapnya. Pemerintah Desa Tunjungteja, tutur Endang, juga akan bersinergi dengan anggota bhayangkara pembina desa (bhabinsa) dan bintara pembina desa (babinsa). Peningkatan siskamling ini untuk memberikan kenyamanan bagi warga Tunjungteja. “Sekalian kita mau resmikan pembentukan kelompok pemuda sadar hukum,” ungkapnya. Ketua RT 12, Kampung Kendal, Sapruni mengaku, warganya sangat antusias menyambut perlombaan yang digagas Radar Banten, Pemkab Serang, dan Polda Banten itu. Ketika gotong royong membuat pagar untuk jalan lingkungan, warga Kendal swadaya menyumbangkan bambu. “Semuanya kompak. Setiap hari Sabtu dan Minggu, pasti gotong royong,” tegasnya. Saat ini, ujar Sapruni, pemagaran jalan lingkungan di kampungnya baru sekira 50 persen. Pengerjaannya terhambat karena ada proyek pengecoran jalan kampung. Sapruni menargetkan, pemagaran jalan lingkungan rampung pada pekan depan. Warga juga berencana membuat gapura di pintu masuk lingkungan Kendal. “Nanti, kita rencanakan buat hiasan payung yang digantung di sepanjang jalan,” pungkasnya. (mg06/don)
Malas Ronda, Warga Kena Tegur Anggota Linmas
Selasa 08-10-2019,03:10 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 20-08-2026,17:38 WIB
APLE Dorong Persaingan Sehat di Tengah Pertumbuhan E-Commerce dan Logistik
Kamis 20-08-2026,21:39 WIB
Rontgen Portable Keliling, Akselerasi Eliminasi TBC
Kamis 20-08-2026,21:39 WIB
Banten Bidik Pertumbuhan Ekonomi Lewat Geothermal
Kamis 20-08-2026,20:58 WIB
Polda Banten Tutup Enam Tambang Ilegal
Kamis 20-08-2026,18:34 WIB
Universitas Esa Unggul Dampingi Pengrajin Batik Maliha Marhamas Rusunawa Marunda
Terkini
Kamis 20-08-2026,21:42 WIB
DTRB Klaim Kesadaran Urus PBG Meningkat
Kamis 20-08-2026,21:39 WIB
Rontgen Portable Keliling, Akselerasi Eliminasi TBC
Kamis 20-08-2026,21:39 WIB
Banten Bidik Pertumbuhan Ekonomi Lewat Geothermal
Kamis 20-08-2026,21:37 WIB
Tak Pernah Dapat PKH Rutin, Tinggal di Gubuk Bekas Sarang Walet
Kamis 20-08-2026,21:35 WIB