TIGARAKSA – Para petani, pekebun dan nelayan tingkat desa yang termasuk tenaga kerja mandiri akan tercover jaminan tenaga kerja dan kematian. Mereka dikenakan biaya Rp16.800 setiap bulan untuk dua program perlindungan. Sedangkan, jaminan hari tua, warga tinggal menambah iuran sebesar Rp20 ribu setiap bulan. Untuk tahun ini, warga di Desa Kresek masuk program desa sadar jaminan ketenagakerjaan termasuk yang pertama di Kabupaten Tangerang. Nantinya, desa ini akan menjadi percontohan bagi warga kecamatan lain. Dimana, 91 persen warga Desa Kresek yang masuk tenaga kerja bukan penerima upah sudah menjadi peserta. Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, program jaminan ketenagakerjaan di Desa Kresek dapat menjadi contoh warga di desa lain. Ia berharap, warga yang sudah menjadi peserta jaminan kesehatan dapat segera mengurus kepersertaan di jaminan ketenagakerjaan. Perihal bantuan iuran, ia akan mengkaji undang-undang yang ada. “Sementara ini masih mandiri, kalau ada secara aturan hukum ada untuk kita menjadi landasan memberikan bantuan iuran nanti kita akan buat peraturan daerahnya. Sehingga ada landasan hukum untuk pemerintah memberikan bantuan iuran, kepada warga yang masuk kategori pekerja bukan penerima upah,” ujar pria yang akrab disapa H Ombi kepada awak media, usai meluncurkan desa sadar jaminan ketenagakerjaan di Gedung Serba Guna, Puspemkab Tangerang, Rabu (25/9). Senada, Kepala Deputi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BJSTK) Kantor Wilayah Banten, Eko Nugriyanto mengatakan, sudah terdapat sekitar lima desa yang sudah diresmikan menjadi desa sadar jaminan ketenagakerjaan. Kata dia, warga yang masuk pekerja bukan penerima upah cukup membayar sekira Rp16.800 untuk jaminan dua program. “Sasarannya pekerja mandiri atau pekerja bukan penerima upah, karena kalau pekerja yang formal mereka sudah dijamin oleh perusahaan yang memperkejakannya. Kita ingin seluruh desa di Banten menjadi desa sadar jaminan tenaga kerja. Target ini kita kejar hingga pada empat hingga lima tahun mendatang sudah seluruhnya,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala BPJSTK Kantor Cabang Cikupa, Kabupaten Tangerang, Maulana Zulfikar mengatakan, sudah ada sekitar 9.000 warga di Desa Kresek menjadi peserta dari total pekerja informal 10 ribu jiwa. Ia menargetkan, seluruh warga yang masuk pekerja informal di desa tersebut dapat mengikuti kepesertaan. “Kalau penduduknya sekira 15 ribu jiwa di desa tersebut, dan sudah sekira 91 persen pekerja bukan penerima upah menjadi peserta. Untuk desa lain nantinya dimulai dari aparatur desa yang menjadi peserta dan warganya sudah 50 persen ikut program jaminan. Kita secara bertahap nantinya sosialisasi ke desa lain,” tukasnya. (mg-10/mas)
BPJSTK Rambah Pekerja Informal Tingkat Desa
Kamis 26-09-2019,04:28 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 06-05-2026,22:17 WIB
40 Persen APBD untuk Infrastruktur, Wilayah Tangerang Utara Jadi Prioritas
Rabu 06-05-2026,18:30 WIB
Siswa SDN Larangan 4 Lebih Siap Hadapi US Dibandingkan TKA
Rabu 06-05-2026,22:20 WIB
PT SSE Tawarkan Teknologi Jepang, Sulap Sampah Banten Jadi Energi Uap Tanpa Sisa
Rabu 06-05-2026,18:33 WIB
Imbauan Dindik Kabupaten Tangerang untuk Seluruh Satuan Pendidikan, Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana
Rabu 06-05-2026,22:14 WIB
Porprov VII Banten di Kota Tangsel di Tengah Efisiensi, Cabor Tambah, Dana Menurun
Terkini
Kamis 07-05-2026,10:34 WIB
Kemendikdasmen Kolaborasikan Program Super Teacher dengan DBL Indonesia
Kamis 07-05-2026,09:35 WIB
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp 265,62 Miliar di Kuartal I 2026
Rabu 06-05-2026,22:20 WIB
PT SSE Tawarkan Teknologi Jepang, Sulap Sampah Banten Jadi Energi Uap Tanpa Sisa
Rabu 06-05-2026,22:17 WIB
40 Persen APBD untuk Infrastruktur, Wilayah Tangerang Utara Jadi Prioritas
Rabu 06-05-2026,22:14 WIB