CURUG – Musim kemarau di Kabupaten Tangerang sudah berlangsung lima bulan. Dampaknya, lahan pertanian di 26 kecamatan mengalami kerusakan mulai ringan, sedang hingga berat. Selain pertanian, warga di beberapa kecamatan sudah merasakan krisis air bersih. Namun, status bencana akibat musim kemarau berkepanjangan belum naik status menjadi darurat. Sedangkan, kecamatan yang mulai kekurangan air bersih yakni di Kecamatan Panongan, Kresek, Curug dan Legok. Kemudian warga di Kecamatan Teluknaga, Kosambi dan Mauk. Ditambah, Kecamatan Tigaraksa, Jambe dan Rajeg. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, sumur tanah milik warga sudah mulai mengering. Dampak kekeringan sudah meluas namun belum mencapai level darurat. “Kekeringan sudah meluas sekira 10 kecamatan dengan 15 kelurahan/desa,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (12/9). Bahkan, ada warga di Kelurahan Curug, Kecamatan Curug meminta dikirimi air bersih sebanyak satu unit mobil dalam sehari. Kosrudin mengatakan, pengriman sudah berlangsung sekitar tiga hari belakangan ini. “Kita berfokus kepada pengiriman air bersih. Kelurahan Curug itu ada kelurahan yang rutin kita kirim dua mobil setiap hari. Namun, sejak kemarin sudah saya kurangi menjadi hanya satu unit saja pengirimannya,” jelasnya. “Ada 10 kecamatan dengan 15 desa yang sudah meminta air bersih kepada kita. Namun, warga tidak hanya meminta bantuan air kepada kita. Tapi juga ke PDAM dan Dinas Perkim jadi jumlah tersebut desa dan kecamatan yang mengajukan bantuan ke kita,” imbuhnya. Selama ini, kata dia, BPBD memperoleh sumber air bersih dari sumur tanah yang ditampung pada dua tangki dengan total kapasitas delapan ribu meter kubik air. Ia mengungkapkan, air yang digunakan tujuannya untuk memadamkan kebakaran. Sehingga, tidak memasang saluran air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM). “Kita menggunakan air tanah dan tidak menggunakan saluran dari PDAM, karena kita prioritas pada kebakaran bukan menjadi sumber air bersih. Kalau sumur hanya satu yang ditampung ke dua tangki kapasitas empat ribu meter kubik. Kita mengirimkan dua unit mobil tangki air setiap harinya untuk disalurkan kepada warga,” tukasnya. Sementara, Kasubdit Pengembangan Informasi Bencana, Henry D Manuhutu mengatakan, belum ada keputusan penetapan dari status bencana kekeringan. Sehingga, status bencana kekeringan akibat dari musim kemarau masih dalam level siaga. “Kalau untuk penaikan status biasanya akan ada rapat koordinasi namun hingga kini belum ada. Jadi status kekeringan masih siaga, belum ada kenaikan level,” terangnya. (mg-10/mas)
Kekeringan Meluas, Status Masih Siaga
Senin 23-09-2019,04:40 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 05-08-2026,18:47 WIB
Juara 1 O2SN Cabang Renang Tingkat Provinsi Banten, Siswa SDN Gebang Raya 1 Siap Menuju Nasional
Rabu 05-08-2026,10:33 WIB
Bangga! SMPN 25 Kota Tangerang Sabet Juara 2 Porseni Basket Bocil 2026
Rabu 05-08-2026,11:17 WIB
Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026, Dukung Kolaborasi Industri Jasa Keuangan
Rabu 05-08-2026,18:50 WIB
SDN Gondrong 3 Juara I Lomba Kebersihan Adiwiyata Mandiri
Rabu 05-08-2026,21:55 WIB
James Riady Tekankan Integritas ke Pengembang Perumahan, REI Banten Gelar Sekolah Developer
Terkini
Rabu 05-08-2026,22:07 WIB
55 Paskibraka Berlatih Bareng Anggota TNI-Polri, Siap Kibarkan Merah Putih di Alun-alun Kramatwatu
Rabu 05-08-2026,22:04 WIB
Dinsos Bersihkan TMP Sambut HUT Kota Serang dan HUT RI
Rabu 05-08-2026,22:00 WIB
Karang Taruna Kedung Dalem Bagikan 81 Bendera
Rabu 05-08-2026,21:59 WIB
136 KK di Domas Bakal Direlokasi, Disiapkan Rumah Gratis, Tanah Nyicil
Rabu 05-08-2026,21:58 WIB