JAKARTA-Agar naskah kuno para leluhur tetap lestari, paradigma perpustakaan di bidang pelestarian harus bertransformasi, dari yang hanya menyimpan dan merawat koleksi menjadi memberikan serta meluaskan akses informasi. "Lalu dari yang menyediakan kebutuhan koleksi menjadi diversifikasi dan implementasi konten sehingga tetap lestari di masyarakat," ujar Kepala Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpustkaan Nasional (Perpusnas) Ahmad Masykuri seperti dalam keterangan tertulisnya. Dia sendiri mengatakan itu saat membuka seminar dan workshop Metode Pelestarian Bahan Pustaka di Swiss Bel Hotel, Mangga Besar, Jakarta, kemarin. Ahmad mengatakan seperti itu karena banyak hasil budaya para leluhur, seperti manuskrip atau naskah, kurang terawat dengan baik. Ini terjadi lantaran perawatan yang dilakukan dengan ala kadarnya tanpa mengetahui teknik-teknik yang tepat. Akibatnya, usia naskah kuno tidak panjang, dimakan rengat, bahkan sebagian menjadi lapuk termakan usia. Ambil contoh di museum. Di sini naskah-naskah kuno dipajang atau digabungkan dengan benda-benda artefak lain, padahal naskah harus berada dalam temperatur suhu 20 derajat celcius dan kelembaban kurang dari 55 derajat celcius agar tidak cepat rusak," kata dia. Menurut dia, kesalahan itu terjadi akibat dari pengetahuan yang masih minim. Oleh karena itu, penting bagi perpustakaan di setiap daerah menjadi kader pelestarian. Perpustakaan daerah bisa menggandeng perusahaan atau BUMD melalui dana CSR yang dimilikinya untuk kegiatan digitalisasi naskah. "Dengan begitu generasi anak cucu terus menikmati koleksi buku, naskah, dan literatur yang kita miliki," kata Ahmad Masykuri. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Brando mengatakan, jika masyarakat harus diberikan kemudahan dalam mengakses perpustakaan. "Untuk itu, paradigma perpustakaan harus berubah, peningkatan pelayanan bagi masyarakat harus dijadikan prioritas," ujar Syarif seperti dalam keterangan tertulisnya. Untuk mencapainya, Syarif berharap Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) dapat mengelola para pustakawan secara profesional agar dapat memberikan pelayanan terbaik. "Pustakawan adalah profesi mulia karena mampu menyediakan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat," ucap dia. (JPNN/mas)
Agar Naskah Kuno Lestari, Paradigma Perpustakaan Harus Berubah
Kamis 29-08-2019,04:33 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,22:20 WIB
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Perkuat Literasi AI di 108 Pesantren
Kamis 30-07-2026,19:42 WIB
500 Pohon Ditanam di Lahan Kritis Bekas Tambang
Kamis 30-07-2026,19:12 WIB
Bedah Rumah, Pemdes Daru Jamin Jadi Program Berkelanjutan
Kamis 30-07-2026,21:26 WIB
Pasokan Air Baku Susut 30 Persen, Perumdam Jamin Layanan Tetap Normal
Kamis 30-07-2026,19:45 WIB
Dewan Soroti Absennya Wali Kota Serang
Terkini
Jumat 31-07-2026,10:47 WIB
Dasco: Survei SMRC soal Kepercayaan Publik ke Prabowo Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Jumat 31-07-2026,10:36 WIB
bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan Lewat Program Dana Pensiun Berkelanjutan
Jumat 31-07-2026,10:28 WIB
bank bjb Perluas Potensi Bisnis Melalui Kemitraan Strategis Bersama Yayasan Adi Upaya
Kamis 30-07-2026,22:27 WIB
Kecamatan Ciledug Juara Umum MTQ ke-25
Kamis 30-07-2026,22:20 WIB