BJB

Gubernur Banten: Padel Berpotensi Dongkrak PAD Tangsel

Gubernur Banten: Padel Berpotensi Dongkrak PAD Tangsel

Gubernur Banten Andra Soni (empat kanan) didampingi Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tiga kanan) foto bersama sebelum melakukan pertandingan eksibisi padel di Smash Padel Serpong, Minggu (8/11). (Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai tidak sekadar membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur Banten Andra Soni menyebut, menjamurnya fasilitas olahraga padel di Tangsel harus diikuti penguatan ekosistem olahraga dan kegiatan yang mampu menjaga minat masyarakat. Sebab, di balik perkembangan bisnis lapangan padel, terdapat peluang ekonomi yang dapat dirasakan berbagai sektor usaha.

Hingga saat ini, tercatat 91 lapangan padel telah beroperasi di Tangsel. Delapan lapangan lainnya masih dalam pembangunan. Dengan demikian, jumlahnya diproyeksikan mencapai 99 lapangan setelah seluruh proyek rampung.

"Kalau padel yang sudah berjalan ini kemudian ramai, kemudian bergerak, banyak multiply effect-nya," ujar Andra Soni saat menghadiri Court Class Padel Exhibition di Smash Padel Serpong, Minggu (8/11).

Menurut Andra, aktivitas olahraga padel memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Tidak hanya menguntungkan pengelola lapangan, tetapi juga menghidupkan usaha makanan dan minuman, jasa parkir, hingga sektor pendukung lainnya. Aktivitas ekonomi tersebut pada akhirnya berpotensi menambah penerimaan pajak daerah.

Karena itu, dia berharap perkembangan padel tidak berhenti sebagai tren sesaat. Pemerintah, komunitas, organisasi olahraga, dan pelaku usaha perlu membangun ekosistem yang sehat agar pertumbuhan fasilitas sejalan dengan peningkatan jumlah pemain.

Andra juga menyoroti rendahnya aktivitas fisik masyarakat. Mengacu data Kementerian Kesehatan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025, lebih dari 90 persen orang dewasa yang menjalani pemeriksaan diketahui kurang melakukan aktivitas fisik. Sementara pada kelompok anak muda atau pelajar, angkanya mencapai sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peringatan bahwa budaya olahraga perlu terus diperkuat. Aktivitas fisik pun tidak harus selalu berupa olahraga berat, melainkan dapat dimulai dari gerakan sederhana yang dilakukan secara rutin.

"Ini adalah momentum, artinya kegiatan fisik tidak melulu harus yang berat, tapi melakukan gerakan-gerakan fisik yang melatih otot dan sebagainya," katanya.

Andra berharap Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Tangsel lebih aktif menggelar eksibisi, turnamen, dan pembinaan pemain. Kompetisi berdasarkan kelompok usia maupun kategori putra dan putri dinilai penting untuk memperluas partisipasi sekaligus menjaring atlet potensial.

Dia optimistis, jika pembinaan dilakukan secara konsisten, Tangsel dan Banten berpeluang melahirkan atlet padel yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menilai ketersediaan lapangan padel yang terus bertambah menjadi modal besar untuk memperluas partisipasi masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Menurutnya, tingginya minat terhadap olahraga tersebut masih terlihat di tengah masyarakat. Bahkan, keterbatasan jadwal penggunaan lapangan menjadi salah satu gambaran tingginya permintaan.

"Anak saya saja sampai harus menunggu tiga empat hari untuk dapat lapangan padel. Karena dia gandrung sekali sama padel dengan teman-temannya," ungkap Benyamin.

Meski demikian, Benyamin menilai keberadaan fasilitas yang melimpah harus dibarengi kegiatan promosi, pelatihan, dan kompetisi. Pemkot Tangsel pun mendorong kolaborasi dengan PBPI, komunitas, serta pelaku usaha agar perkembangan padel tidak hanya menguntungkan sektor bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ini tentunya fasilitas yang sangat melimpah bagi warga masyarakat untuk mengikuti olahraga padel. Makanya dengan eksibisi dan training pada hari ini akan menambah kegairahan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBPI Kota Tangsel Ahmad Najib mengingatkan pesatnya pertumbuhan lapangan padel perlu diimbangi peningkatan jumlah pemain. Jika tidak, ekspansi bisnis justru berisiko memicu persaingan usaha yang tidak sehat.

Dengan 91 lapangan yang sudah beroperasi dan delapan lainnya dalam pembangunan, Najib menilai para pemilik fasilitas perlu memperhatikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

"Kami mengingatkan para pemilik lapangan agar memperhatikan keberlangsungan ekosistem bisnis padel. Sebab, pertumbuhan fasilitas yang tidak diikuti peningkatan jumlah pemain berpotensi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan merugikan pemilik lapangan," tegasnya.

PBPI Tangsel, lanjut Najib, tidak ingin padel hanya dikenal sebagai olahraga populer yang ramai dalam waktu singkat. Organisasi tersebut mulai mendorong pembinaan agar olahraga ini memiliki arah pengembangan prestasi yang jelas.

"Ke depan kita ingin padel menjadi salah satu olahraga yang menghasilkan atlet yang akan mengharumkan nama Tangsel dan Banten di kancah nasional maupun internasional," katanya.

Kegiatan Court Class Padel Exhibition yang diikuti tokoh masyarakat, influencer, artis, serta pemilik lapangan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan PBPI Tangsel dalam memeriahkan rangkaian Road to Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII 2026.

Meski padel belum dipertandingkan dalam Porprov Banten VII 2026, PBPI berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat olahraga di Tangsel. Najib juga berharap Tangsel mampu meraih gelar juara umum, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan aturan kompetisi.

"Semoga Porprov kita bisa berjalan dengan baik. Tangsel bisa menjadi juara umum. Namun, semuanya tetap berjalan sesuai kompetisi," pungkasnya. (bud)

Sumber: