Bank Sampah di Kabupaten Serang Terus Bertambah
Pegawai DLH Kabupaten Serang melaksanakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah, beberapa hari lalu.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menyebutkan jumlah bank sampah setiap tahunnya terus bertambah. Sekarang jumlahnya sudah 84 unit.
Keberadaan bank sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Sampah Pembuangan Akhir (TSPA).
Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin mengatakan, awalnya jumlah bank sampah pada 2024 sebanyak 48 unit, lalu bertambah pada 2025 menjadi 65 unit, dan tahun ini bertambah menjadi 84 unit.
"Dari total 84 bank sampah yang terdaftar pada 2026, sebanyak 75 unit aktif menjalankan pengelolaan sampah, sisanya masih belum bisa aktif, namun kita upayakan bisa aktif," katanya kepada wartawan, Kamis (29/10).
Sarudin mengatakan, secara persentase pertumbuhan bank sampah tercatat sebesar 35,4 persen dari 2024 ke 2025, berlanjut sebesar 29,2 persen dari 2025 ke 2026.
Jika dibandingkan dengan 2024 lalu, total bank sampah pada 2026 telah meningkat 75 persen, atau bertambah sebanyak 36 unit dalam kurun waktu dua tahun.
"Kemudian pada 2026 dari total 84 unit, sebanyak 75 unit atau sekitar 89,3 persen berstatus aktif, sementara sembilan unit lainnya atau 10,7 persen belum aktif. Ini menjadi perhatian kami untuk bisa mendorong keberlanjutan dari operasional bank sampah yang telah terbentuk namun tidak aktif," ujarnya.
Dikatakan Sarudin, pengembangan bank sampah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mengurangi timbunan sampah di beberapa wilayah.
Selain itu keberadaan bank sampah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dan memanfaatkan nilai ekonomi sampah, serta membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.
"Keberadaan bank sampah ini sangat penting ya, diharapkan masyarakat bisa memilah sampahnya dan tidak buang sembarangan. Semakin banyak bank sampah, semoga kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya pun ikut meningkat," ucapnya.
Kata Sarudin, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah di 19 titik selama 2026 untuk memperluas partisipasi masyarakat yang tersebar di sejumlah kecamatan dan desa.
Adapun materi sosialisasi yang diberikan yaitu soal pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
"Ke depan pengembangan bank sampah tidak hanya difokuskan pada penambahan jumlah unit, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengelolaan dan keberlanjutan operasional. Dengan dukungan semua pihak dan partisipasi aktif masyarakat, bank sampah diharapkan menjadi ujung tombak pengurangan sampah di Kabupaten Serang," tuturnya. (agm)
Sumber:
