BJB

Benyamin Tekankan Patriotisme dan Empati

Benyamin Tekankan Patriotisme dan Empati

Ratusan peserta mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Tangsel di halaman Balai Kota Tangsel, Rabu (28/10). (Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menekankan pentingnya patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai karakter utama generasi muda. Penguatan karakter dinilai penting agar pemuda tidak hanya unggul dalam prestasi dan inovasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Tangsel di halaman Balai Kota Tangsel, Rabu (28/10). Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Benyamin menyampaikan, ikrar Sumpah Pemuda yang dicetuskan 98 tahun lalu menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun persatuan. Semangat tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan materi. Kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi penentu masa depan Indonesia.

“Kemajuan sejati harus dimulai dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian nyata, sedangkan kegigihan diperlukan agar generasi muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan. Adapun empati menjadi landasan agar keberhasilan yang diraih turut memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Benyamin juga menyoroti pentingnya empati di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang turut memengaruhi pola interaksi sosial generasi muda. Menurutnya, kecakapan dan prestasi perlu diimbangi kemampuan memahami kondisi orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghargai sesama.

Penguatan karakter tersebut juga diharapkan dapat membantu mencegah perundungan atau bullying di kalangan anak muda. Dengan ketangguhan mental dan kepedulian sosial, generasi muda diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan saling mendukung.

Selain itu, pemuda didorong berani bermimpi besar, bekerja keras, dan mengambil tanggung jawab tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan mereka diharapkan menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia.

“Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan yang diberikan harus menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkot Tangsel berharap generasi muda semakin memperkuat persatuan dan mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa dengan menjunjung tinggi patriotisme, kegigihan, serta nilai-nilai kemanusiaan.(bud)

Sumber: