BJB

SI-CAMAT Serpong Percepat Pengawasan Kegiatan dan Anggaran

SI-CAMAT Serpong Percepat Pengawasan Kegiatan dan Anggaran

Camat Serpong Syaifuddin (tengah) mensosialisasikan sistem informasi capaian dan monitoring anggaran kecamatan (SI CAMAT) di Aula Kecamatan Serpong, Rabu (28/10).-Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memperkuat pengawasan program dan penggunaan anggaran melalui inovasi digital Sistem Informasi Capaian dan Monitoring Anggaran Kecamatan (SI-CAMAT). Sistem yang digagas Camat Serpong Syaifuddin, atau akrab disapa Sae, ini memungkinkan perkembangan kegiatan, capaian kinerja, dan realisasi anggaran dipantau dalam satu dashboard.

Inovasi tersebut disosialisasikan di Aula Kantor Kecamatan Serpong, Rabu (28/10). Kehadiran SI-CAMAT diharapkan membantu pimpinan mengidentifikasi pekerjaan yang sesuai target maupun kegiatan yang membutuhkan percepatan dan penanganan lebih lanjut.

Sae menjelaskan, sistem ter­sebut dikembangkan untuk menjawab persoalan pe­mantauan kegiatan yang se­lama ini menghadapi tantangan berupa data yang ter­sebar, pelaporan manual, ser­ta keterlambatan informasi. Dengan dukungan sis­tem digital, proses pengendalian diharapkan berjalan lebih cepat dan keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi aktual.

“SI-CAMAT ini kami kembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian kegiatan dan pemantauan rea­lisasi anggaran. Dengan sistem ini, perkembangan kegiatan, capaian kinerja, dan potensi hambatan bisa diketahui lebih cepat sehingga kami dapat menentukan lang­kah yang diperlukan,” ujar Sae.

Menurut dia, SI-CAMAT ti­dak sekadar menyajikan ang­ka dan grafik. Sistem ini dirancang sebagai instrumen pengendalian agar setiap kegiatan dapat dipantau secara berkelanjutan, sementara kendala yang muncul se­gera ditindaklanjuti.

Melalui mekanisme yang tersedia, hambatan pelaksanaan kegiatan dapat dicatat, dilengkapi penanggung jawab, diberi tenggat penyelesaian, dan dipantau perkembangannya. SI-CAMAT juga memiliki fitur peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi keterlambatan sebelum berdampak lebih jauh terhadap pencapaian target.

“Jadi, kami tidak hanya melihat berapa besar anggaran yang sudah direalisasikan, tetapi juga perlu mengetahui kegiatan mana yang berjalan sesuai rencana, mana yang mengalami hambatan, dan tindakan apa yang harus segera dilakukan. Dengan begitu, setiap persoalan bisa ditindaklanjuti dan pelaksanaan program tetap terarah,” jelasnya.

Sae menegaskan, efektivitas SI-CAMAT bergantung pada kedisiplinan seluruh jajaran Kecamatan Serpong, termasuk perangkat kelurahan, dalam memperbarui dan memvalidasi data. Informasi yang akurat menjadi landasan agar pemantauan men­cerminkan kondisi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Ia berharap, penerapan sistem tersebut mendorong perubahan pola kerja aparatur, dari sekadar menyusun laporan menjadi lebih aktif mengawal pelaksanaan program, mengevaluasi capaian, dan menyelesaikan hambatan.

“Harapannya, SI-CAMAT bisa mendorong perubahan pola kerja. Bukan hanya menyampaikan laporan, tetapi juga aktif mengawal kegiatan, mengevaluasi capaian, dan memastikan setiap kendala mendapatkan tindak lanjut. Dari data yang tersedia, kami ingin setiap keputusan bisa diambil dengan lebih tepat,” ungkapnya.

Sae juga menegaskan bahwa SI-CAMAT berfungsi sebagai instrumen pendukung pengendalian manajerial di tingkat kecamatan, bukan pengganti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) yang menjadi sumber data resmi pengelolaan keuangan daerah.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel Chaerudin. Ia menilai, SI-CAMAT dapat membantu pimpinan mengukur capaian pekerjaan, menganalisis pelaksanaan kegiatan, serta mengevaluasi ketepatan waktu pencapaian target.

“Ini untuk bisa menilai, mengukur, menganalisis apa yang akan kita kerjakan, terutama waktunya. Jadi, kita bisa melihat apakah target realisasi sudah tercapai atau belum,” ujar Chaerudin.

Menurut Chaerudin, pemantauan melalui sistem tersebut memungkinkan kecamatan mengetahui lebih cepat perkembangan pekerjaan di tingkat kelurahan. Dengan begitu, kegiatan yang belum memenuhi target dapat segera dievaluasi dan dicarikan solusinya.

Sumber: