BJB

Kekeringan Meluas, 75 Titik Krisis Air

Kekeringan Meluas, 75 Titik Krisis Air

Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kota Tangsel di wilayah Kecamatan Setu yang terdampak kekeringan. -BPBD Tangsel for Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian meluas. Hingga Senin (26/10), jumlah titik terdampak bertambah menjadi 75 lokasi, dengan 3.523 kepala keluarga (KK) atau sekitar 13.265 jiwa kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Sejak Juli 2026, lebih dari 2,6 juta liter air telah disalurkan untuk membantu warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat, jumlah titik kekeringan bertambah dua lokasi dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 73 titik. Penambahan ini terjadi meski sejumlah wilayah sesekali diguyur hujan, menandakan persoalan pasokan air bersih masih membayangi warga terdampak.

Penata Layanan Operasional Danton BPBD Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, dua titik baru ditemukan pada Senin siang, masing-masing di SDN Keranggan RT 14 RW 03, Kelurahan Keranggan, serta RT 18 RW 05, Kelurahan Setu.

“Ada dua penambahan titik kekeringan, yakni di SDN Keranggan RT 14 RW 03 Kelurahan Keranggan, dan RT 18 RW 5 Kelurahan Setu,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (26/10).

Untuk mengatasi kebutuhan warga, BPBD bersama perangkat daerah, lembaga kemanusiaan, dan pihak swasta telah mendistribusikan 2.684.100 liter air bersih sejak 8 Juli 2026.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam distribusi antara lain Sinar Mas Land BSD, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Tangsel, Dinas Pemadam Kebakaran, DMC Dompet Dhuafa, UDD PMI Tangsel, dan Rumah Zakat.

Dian mengatakan, dukungan armada tangki dan distribusi dari berbagai lembaga diperlukan agar bantuan menjangkau warga yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengakui jumlah titik kekeringan meningkat signifikan, dari sebelumnya sekitar 18 titik menjadi puluhan lokasi. Pemerintah terus mengerahkan bantuan air bersih dengan melibatkan BPBD, PMI, Baznas, serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Benyamin memastikan persediaan air untuk penyaluran masih mencukupi. Armada tangki dioperasikan secara bergantian agar kebutuhan warga di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Setu dan Serpong, dapat terpenuhi.

“Kami berusaha terus mendistribusikan air bersih kepada lokasi atau titik yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

BPBD Tangsel bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kekeringan dan memprioritaskan distribusi ke wilayah yang paling membutuhkan. Di tengah meluasnya titik terdampak, kelancaran pasokan air menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas sehari-hari warga tidak terus terganggu. (bud/esa)

Sumber: