Mayoritas Madrasah Butuh Perbaikan Fasilitas
Kondisi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Iman, Kasemen, Kota Serang.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kualitas sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah bagi pendidikan madrasah di Kota Serang. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang mencatat sekitar 60 persen madrasah membutuhkan peningkatan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Serang, Nurhalim, mengatakan pembenahan fasilitas menjadi salah satu kebutuhan mendesak, terutama bagi Madrasah swasta yang sebagian besar dikelola yayasan atau masyarakat.
“Kalau dirata-ratakan, memang sarana dan prasarana madrasah masih ada yang belum memadai. Sekitar 60 persen masih harus terus ditingkatkan kualitas sarana dan prasarananya,” ujar Nurhalim kepada Tangerang Ekspres, Rabu (21/10).
Berdasarkan data Kemenag Kota Serang, terdapat 205 lembaga pendidikan madrasah yang terdiri atas Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Seluruh lembaga tersebut menampung 19.269 siswa.
Nurhalim menjelaskan, kondisi sarana dan prasarana setiap madrasah berbeda. Karena itu, pembenahan perlu dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing lembaga. Meski demikian, ia menegaskan tidak seluruh madrasah swasta memiliki fasilitas yang kurang memadai.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan madrasah tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan dan melengkapi fasilitas pembelajaran. Kompetensi tenaga pendidik, tata kelola lembaga, serta kesejahteraan guru juga perlu mendapat perhatian.
“Selain sarana dan prasarana, kualitas tenaga pendidik juga harus terus ditingkatkan. Begitu juga manajemen madrasah dan kesejahteraan guru yang perlu mendapat perhatian,” katanya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan fasilitas, Kemenag Kota Serang mendorong pengelola madrasah aktif mengajukan usulan melalui program revitalisasi dan digitalisasi yang disediakan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi madrasah, khususnya swasta, untuk memperoleh bantuan peningkatan sarana pendidikan.
“Kita dorong mereka untuk terus mengusulkan melalui aplikasi yang tersedia. Mudah-mudahan kuotanya bertambah sehingga madrasah swasta juga bisa terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarananya,” jelasnya. (ald)
Sumber:
