BJB

Ribuan Warga Padati Bedolan Pamarayan, Bupati Serang Ingatkan Bahaya Arus Sungai

Ribuan Warga Padati Bedolan Pamarayan, Bupati Serang Ingatkan Bahaya Arus Sungai

Ribuan warga terlihat sedang menyaksikan tradisi Bedolan Pamarayan, di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, pada Sabtu (17/10).(Pemkab Serang For Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Tradisi Bedolan Bendungan Pamarayan kembali menyedot perhatian ribuan warga dari Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu (17/10). Namun, di balik kemeriahan tradisi turun-temurun sejak zaman kolonial itu, ancaman derasnya arus sungai dan potensi longsor menjadi risiko yang tak boleh diabaikan.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah membuka langsung kegiatan yang dipusatkan di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan. Warga berbondong-bondong mengikuti tradisi menangkap ikan secara massal di aliran sungai yang dikeringkan saat pintu bendungan dibuka.

Antusiasme warga menjadi bukti bahwa Bedolan Pamarayan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat. Meski demikian, tingginya partisipasi warga harus diimbangi dengan pengawasan ketat, mengingat aktivitas berlangsung di kawasan aliran sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Zakiyah mengatakan, Bedolan Pamarayan merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak lama dan selalu dinantikan masyarakat sekitar.

“Tradisi ini sangat dinantikan warga Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal. Ini merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak lama, sejak zaman kolonial,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Pemerintah Kabupaten Serang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung Cidurian dan Cidanau (BBWSC3) telah berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan selama kegiatan berlangsung.

Zakiyah mengakui, derasnya aliran air dari bendungan menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai. Selain berpotensi menyeret warga, kondisi aliran sungai juga dikhawatirkan memicu longsor di sejumlah titik.

Karena itu, koordinasi lintas instansi dan pengawasan di lapangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Meski panitia telah menyiapkan langkah antisipasi, kewaspadaan warga tetap menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya insiden.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga dan mengawasi segala sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Zakiyah.

Ia pun mengingatkan warga agar tidak mengorbankan keselamatan demi mendapatkan ikan. Menurutnya, nilai tradisi dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas, bukan semata-mata hasil tangkapan.

“Nikmati dan ambil keberkahannya. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilogram, keselamatan jiwa diabaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bahwa Bedolan Pamarayan tidak hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan pemeriksaan kondisi bangunan bendungan dan pembukaan pintu air.

Menurut dia, pembukaan pintu air berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Pintu timur dibuka dengan aliran air mengarah ke sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Pamarayan, Bandung, Kibin, Tanara, dan Carenang.

Suhardjo menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengecekan infrastruktur bendungan. Dari sisi pertanian, ia memastikan kegiatan itu tidak mengganggu jadwal panen petani.

Sumber: