BJB

Tangsel Bidik Hat-trick Juara TP2DD, Digitalisasi Keuangan Digenjot

Tangsel Bidik Hat-trick Juara TP2DD, Digitalisasi Keuangan Digenjot

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (kanan) didampingi Sekda Bambang Noertjahjo foto bersama seusai penandatanganan perjanjian kerja sama penerimaan retribusi daerah Kota Tangsel antara OPD retribusi dengan bank bjb.(Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, PONDOK AREN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membidik gelar juara ketiga secara beruntun dalam penilaian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Target tersebut dibarengi upaya memperkuat digitalisasi transaksi keuangan, mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), dan meningkatkan kemandirian fiskal.

Komitmen itu ditegaskan melalui penguatan kolaborasi TP2DD bersama Bank BJB dan sejumlah perangkat daerah dalam kegiatan di Hotel DoubleTree by Hilton, Pondok Aren, Jumat (16/10). Agenda tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama (PKS), serta adendum kerja sama dengan Bank BJB.

Namun, tantangan digitalisasi keuangan daerah bukan sekadar memperbanyak sistem pembayaran elektronik. Pemerintah juga dituntut memastikan integrasi data berjalan efektif, kepatuhan pajak meningkat, dan setiap inovasi benar-benar berdampak terhadap penerimaan daerah serta kualitas pelayanan publik.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Eki Herdiana, mengatakan sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mempercepat transformasi tersebut. Salah satunya mengintegrasikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan electronic Official Payment (eOP) yang dikembangkan bersama Bapenda.

Menurut Eki, inovasi tersebut telah direplikasi oleh 58 kabupaten dan kota. Capaian itu menunjukkan bahwa integrasi layanan perizinan dan perpajakan digital memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas.

Selain integrasi data, Pemkot Tangsel mendorong optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di seluruh perangkat daerah. Upaya lain dilakukan melalui penguatan inovasi perpajakan serta peningkatan transaksi digital untuk pembayaran pajak dan retribusi.

Program Pajak Award dan Bulan Taat Pajak juga terus didorong guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Meski demikian, keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diluncurkan atau daerah yang meniru inovasi. Efektivitasnya perlu tercermin pada peningkatan kepatuhan wajib pajak, kemudahan layanan, transparansi transaksi, dan pertumbuhan penerimaan daerah yang terukur.

Eki berharap Tangsel kembali meraih predikat juara TP2DD pada penilaian mendatang. Jika berhasil, prestasi tersebut akan menjadi gelar ketiga berturut-turut setelah dua kali meraih juara.

“Melalui penguatan kolaborasi, inovasi layanan, dan integrasi data, kami berharap digitalisasi keuangan daerah semakin optimal, meningkatkan efisiensi pelayanan, memperkuat penerimaan daerah, serta mendukung ketahanan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa digitalisasi keuangan daerah bukan sekadar mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Menurut dia, transformasi tersebut sudah menjadi kebutuhan untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Benyamin menyebut penerapan transaksi nontunai serta digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi menjadi bagian penting dari program TP2DD di Tangsel.

Ia mengklaim penerapan sistem digital turut memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan daerah, baik dari sisi pendapatan maupun pengendalian belanja.

“Alhamdulillah, buktinya pendapatan daerah kita naik, kemudian belanja daerah kita terkontrol,” kata Benyamin.

Sumber: