Kutu Picu Gangguan Kulit Kucing, Bisa Ancam Kesehatannya
PERIKSA: Petugas UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel memeriksa kesehatan kucing.-Puskeswan for Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Rasa gatal yang membuat kucing terus menggaruk tubuhnya tak boleh dianggap sepele. Infestasi pinjal atau kutu dapat memicu gangguan kulit, mulai dari keropeng hingga kerontokan bulu. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi luka, menurunkan nafsu makan, dan memperburuk kesehatan hewan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pipit Surya Yuniar, mengatakan gangguan kulit menjadi salah satu keluhan yang paling banyak ditangani pihaknya. Proporsinya diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dari kasus yang ditangani.
Selain gangguan kulit, keluhan kesehatan hewan yang kerap ditemukan meliputi flu, gangguan pencernaan, dan masalah reproduksi.
“Pinjal atau kutu dapat ditemukan di lingkungan sekitar hewan dan berpotensi kembali menginfestasi kucing setelah pengobatan apabila lingkungan tidak turut ditangani,” ujar Pipit kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/10).
Menurut Pipit, infestasi kutu dapat menimbulkan rasa gatal berlebihan, kulit berkerak, ketombe, hingga kerontokan bulu. Pada kondisi yang lebih parah, kucing dapat terus menggaruk sampai menimbulkan luka. Rasa tidak nyaman juga bisa membuat hewan kehilangan nafsu makan.
Jika berlangsung terus-menerus, gangguan tersebut dapat menyebabkan penurunan berat badan dan memperburuk kondisi kesehatan kucing. Karena itu, pemilik perlu mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda pemeriksaan ketika kondisi hewan memburuk.
Penanganan dapat dilakukan dengan obat antiparasit yang sesuai, termasuk obat tetes khusus hewan. Namun, jenis pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan kulit. Pemilik juga perlu berkonsultasi dengan dokter hewan agar obat yang digunakan tepat dan aman bagi kucing.
Pipit menekankan, pengobatan tidak cukup hanya dilakukan pada tubuh hewan. Kebersihan lingkungan tempat tinggal kucing juga harus dijaga untuk menekan risiko infestasi berulang.
“Selain mengobati hewan, pemilik juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal kucing untuk mengurangi risiko infestasi berulang,” tambahnya.
Selain parasit, kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kesehatan kulit kucing. Pipit menjelaskan, lingkungan yang lembap saat musim hujan dapat meningkatkan risiko gangguan kulit akibat jamur.
Meski demikian, masalah akibat pinjal tidak terbatas pada musim tertentu. Pemilik tetap perlu menjaga kebersihan kandang atau tempat tidur kucing, memeriksa kondisi kulit dan bulu secara rutin, serta melakukan perawatan antiparasit sesuai anjuran dokter hewan.
Pipit mengimbau pemilik segera membawa kucing ke dokter hewan apabila mengalami gatal berkepanjangan, kulit berkerak, luka akibat garukan, kerontokan bulu parah, atau penurunan nafsu makan.
Pemeriksaan lebih awal diperlukan agar penyebab gangguan dapat diketahui dan penanganan yang tepat bisa segera diberikan. (bud/esa)
Sumber:
