Pacu Investasi dan UMKM Kelas Dunia
Gubernur Banten, Andra Soni, dan jajaran Bank Indonesia membuka KKB x BIF 2026 Ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (9/11).(BI Banten For Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten resmi menggelar Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026 di Ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, dengan fokus memperkuat ekosistem UMKM lokal sekaligus menarik investasi berkualitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banten yang inklusif dan berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikhin M. Juhro, mengatakan pentingnya penerapan prinsip 3K untuk mendorong UMKM naik kelas dan memikat investor. Mulai dari Kualitas yakni memastikan produk UMKM Banten berdaya saing tinggi. Kemudian Konektivitas dengan membuka akses pasar, pembiayaan, hingga jaringan investor. Terakhir Kolaborasi, yakni membangun kemitraan erat antara Pemda, perbankan, pelaku usaha, dan investor.
”Banten memiliki potensi ekonomi yang besar berkat posisi strategis, konektivitas yang kuat, dan pasar UMKM yang luas. Namun, potensi tersebut perlu diwujudkan menjadi nilai tambah nyata melalui realisasi investasi dan peningkatan transaksi UMKM,” katanya, Minggu (11/10).
Menurutnya, sinergitas yang dilakukan BI Banten dengan Provinsi Banten telah sejalan dengan kinerja ekonomi Banten yang menunjukkan tren positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Banten tumbuh 5,49% (yoy), melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,29%. Realisasi investasi pada semester I 2026 pun telah menembus Rp66,3 triliun, menutupi 46,63% dari target tahunan Rp142,19 triliun, setelah sebelumnya sukses mencatatkan angka Rp130,2 triliun pada 2025.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, investasi berkualitas harus berjalan seiring dengan pemberdayaan UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal.
”Pengembangan UMKM perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas dan daya saing produk, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta penguatan kemitraan. Dengan demikian, UMKM Banten diharapkan dapat naik kelas, terhubung dengan rantai pasok yang lebih luas, dan memperoleh manfaat dari tumbuhnya investasi di daerah. Investasi berkualitas juga diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi turut membuka lapangan kerja, melibatkan UMKM lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mengatakan KKB x BIF 2026 menghadirkan rangkaian acara interaktif, mulai dari showcase UMKM, business matching skala domestik dan internasional, The Brewtiful Banten Experience, Banten Creative Runway, hingga berbagai talkshow edukatif.
Tak hanya itu, terdapat juga penandatanganan Letter of Intent (LoI), yakni enam perusahaan global dan nasional menyatakan komitmen investasinya, yakni Raybo Co. Limited, PT Winda Industrial Indonesia, PT Tukaka Craftwork Indonesia, PT Mingcheng Knitting Indonesia, PT Dragon Soar Industrial, dan PT Yuchuang Biotechnology Indonesia.
Kemudian, penguatan SDM vokasi, yakni penandatanganan MoU antara Modern Cikande dan Yayasan APINDO untuk program APINDO Daya guna menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu juga terdapat komitmen bersama percepatan penyelesaian hambatan investasi yang melibatkan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kementerian ATR/BPN, BPN Provinsi Banten, DPMPTSP Provinsi Banten, dan Gubernur Banten.
”Ke depan, keberhasilan penguatan UMKM dan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya peluang atau komitmen yang terbentuk, tetapi juga oleh tindak lanjut yang konsisten, kesiapan ekosistem pendukung, serta kemampuan seluruh pihak dalam memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara luas oleh masyarakat Banten,” paparnya.(mam)
Sumber:
