Regenerasi Qori Kian Mengkhawatirkan
Kafilah Kota Serang di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, beberapa waktu lalu.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Serang mengkhawatirkan semakin terbatasnya regenerasi qori dan qoriah di daerah tersebut. Minimnya bibit baru dinilai menjadi tantangan dalam menjaga prestasi Kota Serang pada berbagai cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Ketua Harian LPTQ Kota Serang KH Fathullah Al Wasi mengatakan, potensi sumber daya manusia (SDM) di bidang Al-Quran saat ini cukup memprihatinkan. Karena itu, pembinaan dan pencarian bibit baru perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Potensi-potensi dalam hal ilmu Al-Quran, khususnya untuk mengikuti cabang-cabang musabaqah itu sangat miris, hampir punah,” kata Fathullah, saat dihubungi, Rabu (7/10).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan LPTQ menjadikan MTQ tingkat Kota Serang sebagai momentum mencari peserta potensial. Ajang yang dijadwalkan berlangsung 19-21 Oktober 2026 itu diharapkan tidak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga bagian dari proses regenerasi.
LPTQ juga mendorong agar peserta yang tampil merupakan warga yang berdomisili di Kota Serang. Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan qori dan qoriah dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa bergantung pada peserta dari luar daerah.
“Kita sudah berkali-kali rapat koordinasi dengan LPTQ agar peserta itu asli Kota Serang, yang berdomisili di Kota Serang,” ujarnya.
Untuk memperluas pencarian bibit, sejumlah cabang MTQ juga diarahkan melibatkan pelajar. Cabang fahmil Quran dan syarhil Quran, misalnya, dapat diikuti peserta yang mewakili SMA, Madrasah Aliyah dan sederajat.
Fathullah mengatakan, pola tersebut diharapkan membuka peluang munculnya generasi baru yang memiliki kemampuan di bidang Al-Quran. “Tujuannya untuk mencari bibit-bibit yang memang potensial muncul dari Kota Serang,” katanya.
MTQ tingkat Kota Serang akan dipusatkan di GOR Stadion Maulana Yusuf. Sementara sejumlah cabang lainnya digelar di masjid-masjid di sekitar kawasan stadion.
Tahun ini LPTQ menyiapkan sembilan cabang atau kategori perlombaan, antara lain tilawah, qiraat, syarhil Quran dan fahmil Quran dengan beberapa kelompok usia.
Selain itu, LPTQ masih membahas kemungkinan membuka cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ). Cabang tersebut belum dipastikan karena jumlah peserta potensial masih terbatas.
“Untuk KTIQ masih fifty-fifty karena peserta atau SDM dari Kota Serang belum banyak, baru ada satu-dua. Kita sedang mencari dan menginformasikan kepada lembaga-lembaga atau kampus-kampus yang ada di Kota Serang,” jelasnya.
Fathullah menegaskan, regenerasi yang dibangun tidak hanya diarahkan untuk melahirkan qori dan qoriah yang mampu membaca Al-Quran dengan baik. LPTQ juga ingin mencetak generasi yang memiliki kemampuan tahfiz, tafsir, pemahaman serta mampu menjelaskan kandungan Al-Quran. “Tujuannya syiar Al-Quran dan mencari bibit-bibit SDM, khususnya di bidang ilmu Al-Quran,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan MTQ dapat kembali meningkatkan minat generasi muda terhadap Al-Quran. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan program Serang Mengaji yang digagas Pemerintah Kota Serang.
Sumber:
