BJB

Rapat Bubar Berantakan, Kebakaran di PTA Banten Nyaris Merenggut Nyawa

Rapat Bubar Berantakan, Kebakaran di PTA Banten Nyaris Merenggut Nyawa

KEBAKARAN: Kebakaran Gedung Pengadilan Tinggi Banten, Rabu (7/10).(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Agenda rapat di Gedung Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Banten seketika bubar berantakan saat api tiba-tiba berkobar dan mengepung lantai dua bangunan tersebut, Rabu (7/10) pukul 11.00 WIB. Di tengah kepanikan massal pegawai yang menyelamatkan diri, drama penyelamatan menegangkan terjadi ketika petugas harus berjibaku mengevakuasi seorang penghuni gedung yang terjebak di dalam kamar mandi.

Kobaran api paling parah melanda bagian aula atau ruang rapat. Api juga menjalar dari area plafon dan membakar sejumlah ruangan di lantai dua, di antaranya ruang arsip, ruang banding, ruang sidang, serta ruang Panitera Muda Hukum.

Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam gabungan dari Damkar Kota Serang, Damkar Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, Damkar Provinsi Banten, dan Kodim diterjunkan untuk menjinakkan api.

Petugas Damkar Kota Serang, Halili, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Di tengah penanganan, petugas menemukan satu orang masih berada di dalam gedung dan terjebak di kamar mandi.“Alhamdulillah bisa kita evakuasi,” kata Halili di lokasi.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, api hanya melanda sejumlah titik di lantai dua dan tidak menghanguskan seluruh bagian gedung.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.59 WIB. Rafi Dwi Fathurrahman, mahasiswa yang tengah menjalani magang di PTA Banten, mengatakan api terlihat dari lantai dua.

Informasi mengenai sumber api hingga kini masih simpang siur. Rafi menyebut dirinya mendapat informasi bahwa kebakaran diduga berkaitan dengan pekerjaan perbaikan atap untuk mengatasi kebocoran. Dalam pekerjaan tersebut, terdapat material yang dipanaskan menggunakan alat tertentu.“Sebetulnya berdasarkan info yang saya ketahui, kebakaran itu disebabkan oleh salah satu pekerjaan untuk menutup instalasi atau kebocoran atap,” ujarnya.

Selain dugaan tersebut, muncul pula informasi mengenai kemungkinan korsleting listrik. Namun, Rafi menegaskan informasi itu masih sebatas keterangan yang diperolehnya di lokasi dan belum dapat dipastikan.

Sementara itu, pegawai PTA Banten, Haity Mella, mengatakan kebakaran terjadi ketika sejumlah pegawai sedang mengikuti rapat. Situasi berubah setelah terdengar suara keras seperti benda runtuh. “Kita lagi rapat, ada suara keras, tiba-tiba disuruh keluar karena katanya kebakaran,” katanya.

Haity menduga kobaran api berasal dari bagian plafon lantai dua. Namun, ia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran.“Penyebabnya belum tahu, katanya sih dari plafon atas (lantai dua) apinya,” tuturnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah bagian gedung untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus mendata kerusakan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Polisi dan petugas terkait nantinya perlu memastikan titik awal api serta aktivitas yang berlangsung di area tersebut sebelum kebakaran terjadi. Kepastian penyebab menjadi penting untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi terkait peristiwa yang sempat membuat aktivitas di gedung pengadilan tersebut porak-poranda.(ald)

Sumber: