BJB

Enam Cabor Porprov Digelar di Luar Tangsel

Enam Cabor Porprov Digelar di Luar Tangsel

LATIHAN: Atlet wall climbing Kota Tangsel berlatih di gym panjat tebing yang ada di kawasan Community Center Pamulang. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Sebanyak enam cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 kemumgkinan besar akan menggunakan venue di luar Kota Tangsel.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan venue sekaligus menjaga efisiensi anggaran penyelenggaraan. Ketua Pengurus Besar Porprov VII Banten 2026 yang juga Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, enam cabor ter­sebut yakni panjat tebing, bowling, senam, hoki, selancar ombak, dan balap motor grass track.

Pilar menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Panitia Pengawas dan Pe­ngarah (Panwasrah) melakukan pengecekan ulang terhadap kesiapan sejumlah venue. Dari hasil pengecekan, terdapat beberapa fasilitas yang dinilai belum maksimal untuk digunakan dalam pertandingan.

"Kalau tidak salah ada enam atau tujuh yang akan di luar Tangsel. Karena memang kon­disinya, kesiapan kemarin saat dicek ulang sama Pan­­wasrah memang ada beberapa kekurangan untuk me­maksimalkan. Sebenarnya tidak ada masalah, itu cuma sedikit, sekitar 10 persen dari keseluruhan," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Se­­nin (5/10).

Pilar menambahkan, untuk cabor selancar ombak, pertandingan akan digelar di ka­wasan Pantai Sawarna, Kabu­paten Lebak. Sementara cabor bowling direncanakan menggunakan venue di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Sedangkan untuk panjat tebing, salah satu opsi venue berada di Kota Tangerang. Pilar mengatakan, pemindahan venue bukan karena fasilitas di Kota Tangsel tidak layak, tetapi karena terdapat kendala dalam penyediaan peralatan pertandingan.

"Bukan tidak layak. Misalnya cabor panjat tebing, ada mesin auto belay yang memang ada kesulitan kita dapatkan. Harganya mahal, sekitar Rp1 miliar sendiri," tambahnya.

Menurut Pilar, menyewa venue di daerah lain dinilai lebih efektif dibandingkan membeli peralatan yang harganya cukup tinggi. Apalagi, pihaknya berupaya menekan anggaran penyelenggaraan Porprov.

"Kita ingin Porprov ini yang terbaik karena melibatkan teman-teman dari semua kota dan kabupaten. Kalau ada venue yang lebih baik dan dekat dengan Tangsel, kenapa tidak kita kerja samakan, bisa sewa dan lain sebagainya," jelasnya.

Pilar menegaskan, penggunaan venue di luar Kota Tangsel tidak akan mengganggu kesiapan atlet maupun pertandingan. Penentuan venue tetap mengacu pada rekomendasi technical delegate masing-masing cabor.

"Kalau menurut technical delegate-nya oke, ya tidak masalah. Misalnya kita tidak punya rugby, tapi bisa menggunakan lapangan sepak bola," ungkapnya.

Pilar mengaku, persiapan Porprov VII Banten 2026 saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan yang masih dikebut terutama pengadaan sejumlah peralatan pertandingan. "Persiapannya sekitar 60 persen. Tinggal penyediaan dan pengadaan alat-alat saja," tuturnya.

Sementara itu, hibah tahap kedua sekitar Rp15 miliar untuk kebutuhan penyelenggaraan Porprov akan segera dicairkan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pertandingan, seperti honor wasit dan pelatih, seragam panitia, konsumsi, transportasi, sewa venue, hingga pengadaan peralatan.

"Di situ banyak untuk penyelenggaraan, bayar wasit, pelatih, pengadaan seragam panitia, makan, minum, transportasi, sewa tempat, lalu pengadaan alat-alat," ungkapnya.

Sumber: