BJB

33 ASN Pemkab Tangerang Pensiun, Guru Mendominasi

33 ASN Pemkab Tangerang Pensiun, Guru Mendominasi

Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang Beny Rachmat.(Asep/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Gelombang pensiun kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Sebanyak 33 aparatur sipil negara (ASN) resmi memasuki masa purnabakti per 1 Oktober 2026.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang menunjukkan, mayoritas ASN yang pensiun berasal dari sektor pendidikan. Sebanyak 16 guru masuk daftar purnabakti, disusul tujuh tenaga pelaksana, empat pejabat pengawas, tiga tenaga kesehatan dan satu tenaga teknis.

Dua pejabat administrator juga tercatat memasuki masa pensiun, yakni Tjetjep Hindaryanto, yang terakhir menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan, serta Sapta Laelani, mantan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang Beny Rachmat membenarkan jumlah tersebut. Ia mengatakan, 33 ASN resmi memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Oktober 2026.

“Totalnya berdasarkan data yang sudah kami umumkan ada 33 orang yang masuk masa purna terhitung 1 Oktober 2026. Pengabdian beliau menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi Pemkab Tangerang,” ujar Beny, Minggu (4/10).

Banyaknya guru dalam daftar purnabakti menjadi perhatian tersendiri. Sebab, pensiunnya tenaga pendidik secara bersamaan berpotensi memengaruhi kebutuhan sumber daya manusia di sekolah jika tidak segera diantisipasi dengan pengisian formasi baru.

Meski demikian, Pemkab Tangerang memastikan roda pelayanan pemerintahan tidak ikut berhenti akibat adanya sejumlah ASN yang memasuki masa pensiun.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Ada pejabat yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai ada nanti pejabat definitif,” kata Beny.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan penghargaan kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Menurut dia, pensiun bukan berarti berakhirnya kontribusi kepada masyarakat. Pengalaman, pengetahuan dan keteladanan yang diperoleh selama menjadi ASN diharapkan tetap dibawa ke lingkungan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk Pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat,” ujar Maesyal.

Ia menilai kontribusi para ASN tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kabupaten Tangerang.

Maesyal juga berharap para purnabakti dapat menjalani masa pensiun dalam kondisi sehat dan tetap aktif memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Pengalaman dan ilmu yang dimiliki tetap sangat berharga. Kami berharap para purnabakti dapat terus menjadi teladan, berbagi pengalaman, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” katanya.

Sumber: