Guru Ngaji Jadi Garda Pembentuk Karakter Generasi Muda
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memberikan sambutan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Ponpes Al Badar, Kecamatan Jayanti.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pembangunan daerah tak cukup diukur dari jalan, gedung, dan infrastruktur. Pemkab Tangerang menilai kualitas manusia dan karakter generasi muda menjadi ukuran penting yang tak boleh diabaikan. Dalam konteks itu, guru ngaji didorong mengambil peran lebih besar sebagai salah satu benteng pendidikan akhlak di tengah masyarakat.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, guru ngaji merupakan salah satu pilar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Peran mereka dinilai tidak kalah penting dengan pendidikan formal yang diterima anak-anak di sekolah.
“Guru ngaji ini garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi muda. Kami dari pemerintah daerah mendukung penuh peran guru ngaji,” kata Maesyal saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah ke-2 Ikatan Guru Ngaji Maghrib Indonesia (IGNMI) di Pondok Pesantren Al Badar 2, Kecamatan Jayanti, Senin (28/9).
Menurut Maesyal, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Masjid, musala, majelis taklim, hingga pondok pesantren menjadi ruang pendidikan yang turut membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda.
Di tempat-tempat tersebut, guru ngaji tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Alquran, tetapi juga menanamkan nilai spiritual, kejujuran, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami dari pemerintah daerah juga tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berakhlakul karimah,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Tangerang menyatakan akan terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan, termasuk keberadaan pondok pesantren dan kesejahteraan guru ngaji.
Maesyal menegaskan, pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membentuk generasi yang memiliki karakter dan nilai moral.
“Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji,” katanya.
Di sisi lain, lahirnya IGNMI Kabupaten Tangerang tidak terlepas dari persoalan yang selama ini dihadapi para guru ngaji. Pimpinan Pondok Pesantren Al Badar 2 Jayanti, KH Uwesulkurni, mengatakan para guru ngaji selama ini telah mengabdikan diri di tengah masyarakat, tetapi belum memiliki wadah yang secara khusus menghimpun mereka.
Guru ngaji, kata dia, hampir selalu ada di setiap kampung. Namun, keberadaan mereka belum sepenuhnya terorganisasi sehingga aspirasi dan kepentingan mereka belum memiliki saluran yang kuat.
“Kondisi ini menjadi salah satu alasan saya bersama sejumlah tokoh dan guru ngaji menggagas terbentuknya wadah bagi para guru ngaji. Sebab, guru ngaji hampir selalu ada di setiap kampung, namun belum memiliki organisasi yang secara khusus menghimpun dan memperjuangkan kepentingan mereka,” jelas Uwesulkurni.
Peringatan Maulid Nabi dan Harlah ke-2 IGNMI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat posisi guru ngaji dalam pendidikan karakter masyarakat, sekaligus mendorong perhatian yang lebih besar terhadap mereka yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan keagamaan berbasis komunitas.(sep)
Sumber:
