BJB

Musim Kemarau Harga Sembako Naik, Tapi Stok Aman

Musim Kemarau Harga Sembako Naik, Tapi Stok Aman

NAIK: Harga sejumlah komoditas sembako di Pasar Tradisional Mauk Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan akibat musim kemarau. Pengelola pastikan stok pangan tetap aman.-Zakky Adnan/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG - Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Tradisional Mauk, Kabupaten Tangerang, mengalami penyesuaian harga.

Kendati mengalami lonjakan pada beberapa komoditas, pihak pengelola pasar memastikan ketersediaan pasokan pangan di tingkat pedagang masih berjalan stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ketua Pengelola Pasar Tradisional Mauk Zainuddin menyampaikan, kenaikan harga ini salah satunya dipicu oleh faktor cuaca musim kemarau yang memengaruhi pasokan dari daerah penghasil. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panic buying karena pasokan bahan pokok dipastikan aman.

"Alhamdulillah, meski ada kenaikan harga di komoditas sembako pada musim kemarau ini, barangnya tetap ada dan stoknya aman," ujar Zainuddin saat ditemui di lokasi pasar, Rabu (2/9).

Berdasarkan data Pemantauan Informasi Harga Bahan Pokok Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Tangerang di Pasar Mauk, terdapat dinamika fluktuasi harga pada pertengahan hingga akhir Agustus 2026.

Sejumlah komoditas cabai mengalami kenaikan tajam, di mana cabai Rawit Merah naik hingga menembus harga Rp70.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya berada di kisaran Rp47.000-Rp50.000/kg.

Begitu pula dengan Cabai Rawit Hijau yang berada di angka Rp60.000/kg dan Bawang Putih Kating yang menyentuh Rp38.000/kg.

Namun di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok lainnya relatif stabil bahkan mengalami penurunan harga pasokan. Beras medium stabil di kisaran Rp14.000-Rp15.000/kg dan Daging Sapi Paha Belakang berada di angka Rp135.000/kg. Selain itu, komoditas Cabai Merah Keriting yang sempat menyentuh Rp40.000/kg kini melandai ke kisaran Rp35.000/kg.

"Biasa, ketika harga naik, masyarakat hanya mengurangi kuantitas pembelian saja. Yang penting barangnya mudah didapat dan pasokan tidak langka," tambahnya.

Pihak pengelola pasar bersama dinas terkait menyatakan akan terus melakukan monitoring pemantauan harga rutin mingguan guna mengantisipasi spekulasi harga serta memastikan rantai pasok sembako tetap terjaga hingga akhir musim kemarau. (zky/apw)

Sumber: