BJB

Pemkot Tangerang dan Baznas Perkuat Penanganan TBC

Pemkot Tangerang dan Baznas Perkuat Penanganan TBC

RESMIKAN : Wali Kota Tangerang Sachrudin didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni dan Wakil Ketua II Baznas Kota Tangerang Danni Budianto Saragih meresmikan Rumah Sehat Baznas Sahabat Paru, Kamis (27/8). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kehadiran Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru atau Sasana Harmoni Pengobatan TBC Paru.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bentuk kolaborasi Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan dengan Baznas dan berbagai elemen masyarakat dalam memberikan pelayanan sekaligus pendampingan kepada pasien TBC.

Menurut Sachrudin, RSB Sahabat Paru tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang kepedulian dan dukungan bagi pasien agar dapat menjalani pengobatan hingga sembuh.

Rumah Sehat BAZNAS Sa­habat Paru ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam penanganan TBC. Karena TBC bukan hanya persoalan medis, pasien ini membutuhkan dukungan keluarga, gizi, lingkungan, dan pendampingan,” ujar Sachrudin, Kamis (27/8).

Ia menegaskan, pasien TBC tidak boleh dikucilkan atau mendapatkan stigma dari lingkungan sekitar. Sebaliknya, masyarakat perlu memberikan dukungan agar pasien terbuka dan bersedia menjalani pengobatan.

“Tidak boleh ada yang dikucilkan. Enggak boleh ada yang merasa tidak tersentuh, harus kita sentuh semuanya. Termasuk masalah kesehatan, TBC ini bisa diobatin,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pasien yang menjalani perawatan di RSB Sahabat Paru mendapatkan pendampingan pada masa awal pengobatan. Sekitar dua minggu menjadi salah satu tahap penting untuk memastikan kondisi pasien sudah tidak menularkan penyakit, meskipun pengobatan TBC secara keseluruhan membutuhkan waktu lebih lama.

“Dua minggu itu bukan berarti TBC sembuh. Minimal dia sudah tidak menularkan. Setelah diberikan obat, bakterinya sudah tidak solid lagi, sehingga dia boleh kembali ke tengah keluarga dan masyarakat agar tidak menularkan,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk mempercepat penanganan TBC, Pemkot Tangerang juga terus melakukan berbagai upaya, mulai dari screening, penemuan kasus aktif, pelacakan kontak erat, pengobatan hingga pendampingan pasien.

“Kalaupun ada pasien yang sudah terdeteksi mengidap penyakit paru, kita obati, tapi juga kita lakukan pelacakan. Takutnya sebelum mereka kita obati di sini ada sentuhan-sentuhan sehingga ada penularan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tidak malu maupun segan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Keterbukaan masyarakat dinilai penting agar kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan penanganan.

“Kita terus melakukan pelacakan, kita keliling terus, kita tracing, kita screening masyarakat. Kita pastikan masyarakat Kota Tangerang ini dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kota Tangerang Danni Budianto Saragih mengatakan, RSB Sahabat Paru merupakan salah satu program Baznas di bidang kesehatan yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Kata dia, program tersebut menjadi bagian dari lima bidang program Baznas, yakni kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, serta advokasi dan syiar dakwah.

Sumber: