BJB

DKPP Kabupaten Serang Targetkan 80 Ton Bawang Merah

DKPP Kabupaten Serang Targetkan 80 Ton Bawang Merah

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo.-Agung Gumelar/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang menargetkan produksi bawang merah di Kabupaten Serang 80 ton. Caranya, perluasan lahan tanam dan pengaturan pola panen secara bergilir di sejumlah kecamatan.

Jika target tersebut tercapai, pedagang tidak perlu mendatangkan bawang merah dari luar daerah seperti Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pada 2025 produksi bawang merah di Kabupaten Serang hanya 74 ton dari target 76 ton atau 80 persen. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat, sehingga hasil panen lokal baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar satu hingga dua hari. Sisanya masih dipenuhi dari Kabupaten Brebes.

"Tahun ini kita akan coba lagi dan ditambah targetnya menjadi 80 ton," katanya kepada wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Kamis (27/8).

Suhardjo mengatakan, bawang merah menjadi salah satu dari 11 bahan pokok penting yang turut berpengaruh terhadap inflasi. Karenanya harus terus didorong peningkatan produksi bawang merah lokal.

“Kalau hitung-hitungannya kebutuhan bawang kita sekitar 3 kilogram per orang per tahun. Dalam setahun mencapai sekitar 5.100 ton. Kalau per bulan sekitar 400 ton dan per minggu sekitar 100 ton,” ujarnya.

Dikatakan Suhardjo, untuk meningkatkan produksi bawang merah, pihaknya akan mengalokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Serang untuk memperluas areal tanam bawang merah seluas 16,5 hektare pada 2026 yang tersebar di tujuh kecamatan.

Selain itu pihaknya juga sudah mengajukan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pengembangan lahan bawang merah seluas 52,2 hektare, yang ditargetkan dapat terealisasikan mulai September. 

"Supaya sentra produksi bawang merah tidak hanya terpusat di satu kecamatan, kita harapkan setiap bulan ada yang panen bawang nantinya. Sehingga, pola tanam dan panen secara bergilir menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan bawang merah di Kabupaten Serang," ucapnya. 

Sementara itu, Petani Bawang Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Hasbullah mengatakan, dalam sekali panen bawang merah dirinya menghasilkan sekitar 8 ton, dan langsung dipasarkan ke pasar lokal di Kabupaten maupun Kota Serang.

"Sekarang harga bawang lagi turun, palingan kita sekali menjual bawang merah bisa dapat puluhan juta saja, tapi alhamdulillah para petani di sini bisa menghidupi perekonomian keluarganya," katanya.

Hasbullah mengaku daripada menanam padi jauh lebih menguntungkan menanam bawang merah, meskipun modalnya besar namun keuntungan yang didapatkan juga besar. (agm/tnt)

Sumber: