Pekan Raya Balaraja 2026, Rawat Tradisi ke Generasi Muda
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid membuka jalan santai dalam Pekan Raya Balaraja di Alun-alun Kecamatan Balaraja, Sabtu (22/8).--
TANGERANGEKSPRES.ID, BALARAJA — Perayaan pekan raya di Kecamatan Balaraja bukan sekedar seremonial. Lebih dari itu, hal ini sebagai pengingat akan pentingnya memahami sejarah Balaraja. Mewarisi sekaligus merawat budaya dan kesenian dari generasi ke generasi.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, pekan raya Balaraja yang digelar hingga 29 Agustus menjadi ajang silaturahmi antar warga. Selain itu, ditunjukkan menggerakkan ekonomi masyarakat lewat festival pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Ada pentas seni, budaya, UMKM, kuliner, dan kreativitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Balaraja. Juga menjadi ajang silaturahmi, hiburan serta ekonomi masyarakat," katanya, Sabtu (22/8).
Kata Maesyal, wilayah Balaraja memiliki sejarah, karakter, dan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Tangerang. Karena itu, pelestarian adat dan budaya harus terus dilakukan sekaligus diwariskan kepada generasi muda.
“Menjaga adat dan budaya bukan berarti hanya mempertahankan masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi masa depan,” katanya.
Ia mengajak generasi muda Kabupaten Tangerang untuk lebih mengenal akar budayanya, menghargai para sesepuh, mencintai daerahnya, serta berani berkreasi dan berinovasi. Ia berharap keberadaan Balai Adat Balaraja dapat terus berkembang sebagai rumah bersama untuk pelestarian adat dan budaya, pendidikan karakter, serta penguatan persaudaraan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah menggagas kegiatan ini. Semoga kegiatan menjadi rumah bersama untuk melestarikan adat budaya dan meneruskannya nilai-nilai luhur di dalamnya," ungkapnya.
Perlu diketahui, sebelum jadi Kabupaten Tangerang seperti sekarang pada massa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1926,dikenal dengan Kabupaten Batavia dengan ada tiga kawedanan. Yakni, Distrik Balaraja, Mauk dan Tangerang. Kemudian pada tahun 1934 sebagian wilayah Distrik Tangerang dimekarkan jadi Distrik Curug.
"Maka itu penting untuk generasi muda tahu bagaimana ada Tangerang sekarang. Balaraja dahulu wilayahnya membentang luas dari Kronjo sekarang hingga Solear dan berbatasan dengan Lebak," kata Ketua Umum Balai Adat Balaraja Qommaruzaman.
Kata Qommaruzaman, nama Tangerang pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Jepang pada tahun 1943 Masehi. Hingga sekarang Tangerang ada tiga administrasi pemerintahan yakni, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
"Kami sudah melaksanakan pekan raya Balaraja ini kedua kalinya. Harapannya ini bukan sekedar seremonial tapi juga mewariskan, menjaga dan melestarikan tradisi, budaya dan sejarah Balaraja," jelasnya.(sep)
Sumber:


