BJB

Kualitas Air Cisadane Baik, Tapi Banyak Ikan Ngambang

Kualitas Air Cisadane Baik, Tapi Banyak Ikan Ngambang

Sejumlah penembak ikan memburu ikan mengapung di Jembatan Merah Sungai Cisadane, Kamis (20/8).-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ta­ngerang memastikan bahwa kualitas air di Cisadane baik, atau tidak dalam kontaminasi. Namun, fenomena sejumlah ikan  bergerak tidak normal hingga mengambang di permukaan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, terjadi Kamis (20/8).

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana tak menampik kejadian itu. Ia juga mengaku sudah menerjunkan tim untuk langsung melakukan pemantauan di area yang menjadi lokasi ditemukannya ikan-ikan dalam kondisi tidak normal.

Menurut Yudi, Hasil pemantauan menunjukkan kualitas air Sungai Cisadane masih berada dalam ketentuan baku mu­tu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No­mor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“PP tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan dan perlindungan mutu air. Berdasarkan data ini, kualitas air Sungai Cisadane masih memenuhi baku mutu PP 22 Tahun 2021, Lampiran 6,” ujar Yudi kepada Tangerang Ekspres, Kamis (20/8).

Mengenai kondisi ikan yang terlihat seperti mabuk dan sebagian mengambang di permukaan sungai, Yudi menyebut fenomena tersebut untuk sementara diduga berkaitan dengan kondisi hidrologi serta perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut muncul setelah Kota Tangerang mengalami cuaca panas cukup lama yang kemudian disusul hujan pada malam sebelumnya dan Kamis siang.

“Sementara ikan-ikan yang mabuk karena kondisi hidrologi, cuaca yang semalam dan tadi ada hujan setelah panas lama,” jelasnya.

Fenomena tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar bantaran Sungai Cisadane. Kondisi ikan yang bergerak tidak normal dan muncul ke permukaan membuat warga menduga adanya perubahan kondisi air sungai.

Namun, Yudi mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab fenomena tersebut sebelum adanya hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

“Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab fenomena tersebut. Informasi mengenai kondisi lingkungan perlu merujuk pada hasil pemantauan dan pemeriksaan dari instansi yang berwenang,” imbaunya.

Ia menegaskan, DLH Kota Tangerang akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Cisadane. Pengawasan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi perubahan kualitas air maupun kondisi ekosistem sungai.

“DLH Kota Tangerang juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Cisadane untuk memastikan kualitas air tetap terjaga. Pengawasan berkala penting dilakukan untuk mendeteksi perubahan kondisi lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem sungai,” sambungnya.

Yudi menambahkan, hasil pemantauan kualitas air akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan apabila nantinya ditemukan perubahan kondisi lingkungan.

Pemkot Tangerang, kata dia, berkomitmen menjaga kualitas lingkungan Sungai Cisadane sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi sungai.

Sumber: