Debit Cisadane Turun, Air PDAM Aman
Kemarau panjang membuat debit air di pintu air 10 Kota Tangerang mengalami penurunan dalam beberapa hari ini. Meski demikian, PDAM memastikan pasokan air ke konsumen tetap aman.-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kemarau panjang membuat debit air Sungai Cisadane turun. Namun, Perumda atau PDAM Tirta Benteng, memastikan bahwa pasokan air bersih kepada pelanggan dipastikan normal.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Doddy Effendi. Ia mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan untuk menjaga pasokan air baku tetap aman. Salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimentasi di sekitar intake pengambilan air Perumda Tirta Benteng di kawasan Pintu Air 10.
"Kami mendapat arahan dari Pak Wali Kota bersama Pak Dirjen SDA untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi di bibir intake Perumda Tirta Benteng. Setelah arahan itu diberikan, keesokan harinya kami langsung melakukan pengerukan. Alhamdulillah, sampai hari ini operasional Instalasi Pengolahan Air berjalan normal dan pendistribusian air kepada masyarakat juga masih normal," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Benteng memanfaatkan Sungai Cisadane sebagai sumber utama air baku. Karena itu, kondisi debit sungai terus dipantau bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
"PDAM Kota Tangerang bersentuhan langsung dengan Pintu Air 10 sebagai penampungan air Cisadane. Insya Allah sampai hari ini pendistribusian air kepada masyarakat Kota Tangerang masih normal," katanya.
Meski kondisi masih terkendali, Doddy mengakui penurunan debit Sungai Cisadane tetap berpotensi memengaruhi pelayanan apabila berlangsung lebih lama. Namun hingga kini dampaknya belum signifikan.
"Pasti terdampak kalau debit air terus menurun. Tapi sampai hari ini alhamdulillah belum ada dampak yang signifikan," ungkapnya.
Kata dia, sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan, Perumda Tirta Benteng juga telah membentuk tim khusus di bawah Direktorat Teknik. Tim tersebut berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan apabila kondisi kemarau semakin ekstrem.
"Ada tim khusus di bawah Direktorat Teknik. Kami sudah rapat koordinasi dengan BPBD dan terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau agar kebutuhan air tetap tercukupi bagi seluruh pelanggan.
"Hingga saat ini kondisinya masih aman dan terkendali. Namun kami mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air bersih. Mohon dukungannya agar pelayanan tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin, mengatakan pemerintah telah menginstruksikan sejumlah instansi terkait, seperti Perumda Tirta Benteng (PDAM), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat langkah mitigasi.
"Termasuk antisipasi kewaspadaan menghadapi musim kemarau, kita melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk mengantisipasi potensi bencana, baik kekeringan maupun kebakaran," ujar Sachrudin.
Sumber:

