BJB

Disperindag Kota Tangsel Petakan Wilayah Prioritas OPM

Disperindag Kota Tangsel Petakan Wilayah Prioritas OPM

Warga memadati lokasi operasi pasar murah yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel di halaman kantor Kelurahan Pamulang Barat. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel akan memetakan wilayah prioritas pelaksanaan operasi pasar murah (OPM) agar program tersebut tepat sasaran. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng kecamatan dan kelurahan untuk mendata masyarakat yang paling membutuhkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel Mochamad Hardi mengatakan, operasi pasar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Tujuannya untuk menstabilkan harga. Saat harga bahan pokok sedang fluktuatif, operasi pasar ini bisa membantu masyarakat membeli kebutuhan pokok sesuai kemampuan mereka," ujarnya kepada Tangerang Ekspres seusai meninjau operasi pasar murah di halaman kantor Kelurahan Pamulang Barat, Selasa (4/8).

Hardi menambahkan, pelaksanaan operasi pasar tidak lagi hanya berdasarkan lokasi yang mengajukan permohonan, tetapi akan diprioritaskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan.

"Nanti konsepnya kami kolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan. Mereka akan memberikan data wilayah mana yang paling membutuhkan, sehingga pelaksanaan operasi pasar lebih tepat sasaran," tambahnya.

Menurutnya, setiap kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pihaknya akan menyusun skala prioritas agar distribusi operasi pasar merata dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

"Jangan sampai hanya terpusat di satu kecamatan. Semua wilayah harus mendapat kesempatan, tetapi tetap melihat tingkat kebutuhan masyarakatnya," jelasnya.

Dalam operasi pasar murah, Disperindag bekerja sama dengan sejumlah mitra, di antaranya Perum Bulog dan Prima Freshmart.

Bulog menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram sebanyak 100 kemasan dengan harga Rp60 ribu per kemasan, serta minyak goreng sebanyak 10 karton yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

Sementara Prima Freshmart menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP seharga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram, tepung terigu Rose Brand seharga Rp44.500, daging ayam Rp33 ribu per kilogram, serta aneka produk nugget dengan harga mulai Rp11 ribu hingga Rp34.500.

Hardi mengungkapkan, jumlah mitra operasi pasar saat ini memang berkurang dibanding sebelumnya karena beberapa perusahaan sudah tidak lagi beroperasi. "Dulu ada sekitar lima tenant yang ikut. Sekarang ada beberapa yang sudah tidak beroperasi, sehingga sementara ini yang aktif Bulog dan Prima Freshmart," ungkapnya.

Meski demikian, Disperindag menargetkan operasi pasar murah tetap dilaksanakan secara berkala hingga akhir tahun 2026 sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.

"Kami berharap program ini terus berjalan sampai akhir tahun dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Pamulang Barat, Eniyar mengatakan, operasi pasar murah tersebut yang mengadakan adakah Disperindag Kota Tangsel. 

Sumber: