Sembilan Kecamatan Alami Krisis, Pasokan Air Bersih Aman
MENINGKAT: BPBD Kabupaten Tangerang mengirimkan air bersih kepada warga saat musim kemarau yang mengalami peningkatan permintaan.(Dok. BPBD Kab. Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Kekurangan air bersih sudah melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang. Hingga 27 Juli 2026, sudah ada 8 kecamatan yang krisis air bersih dampak musim kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, titik krisis air bersih terbanyak ada di Kecamatan Panongan. Ada lima lokasi warga yang melaporkan kekurangan air bersih ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
“Selain Kecamatan Panongan lima titik ini ada juga di Tigaraksa tiga lokasi, Pagedangan dua lokasi dan Balaraja juga dua lokasi. Terbanyak ada di Panongan dari laporan kita,” jelasnya, Selasa 28 Juli 2026.
Berdasarkan data, ada 8 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih terdampak musim kemarau. Yakni, Panongan, Legok, Jambe, Tigaraksa, Pagedangan, Rajeg, Balaraja dan Mekar Baru.
Laporan soal kekurangan air bersih terbayak ada di Panongan berdasarkan data sejak Jumat 3 Juli hingga Senin 27 Juli 2026. Yakni, RT06/02 Desa Serdang Kulon, Perum Puri Harmoni 2 Desa Serang Kulon, Desa Panongan, Jalan Ciapus Desa Panongan dan Jalan Pertamina Ciapus Desa Panongan.
Masih dalam data, krisis air bersih melanda di beberapa desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Yakni, dua titik di Desa Serdang Kulon, satu titik Desa Palasari, tiga titik di Desa Panongan, Desa Jambe, dua titik di Desa Margasari, dua titik di Desa Karang Tengah, Desa Sukamulya, Desa Lembangsari, dua titik di Desa Saga, Desa Cileles dan Desa Kosambi Dalam.
“Stok air bersih kita masih terhitung mencukupi. Kami juga koordinasi dengan stakeholder terkait untuk melayani permintaan air bersih oleh warga,” jelasnya.(sep)
Sumber:

