BJB

Antusiasme SPMB SMP Negeri Tinggi, Optimalkan Program Sekolah Swasta Gratis

Antusiasme SPMB SMP Negeri Tinggi, Optimalkan Program Sekolah Swasta Gratis

PESERTA DIDIK BARU: Orang tua siswa mengantre di Posko Pelayanan SPMB SMPN di kantor Disdik Kabupaten Tangerang.(Dok Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Antusiasme orang tua menyekolahkan anak­nya di SMP Negeri tampak pada pendaftar di sistem pene­rimaan murid baru (SPMB) Kabupaten Tangerang tahun 2026. Sejak awal dibuka pada 22 Juni, pendaftar bisa sampai di angka 29 ribuan siswa.

Antisipasi hal ini, Kepala Di­nas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Gandana lewat Kepala Bidang Pendidikan SMP Dedy Haryanto mengata­kan, lonjakan pendaftar sudah diprediksi sebelum pembukaan SPMB. Hal itu, kata dia, dinas menyiapkan beberapa langkah guna menghadapi banyaknya pendaftar. 

“Kita sejak orang tua siswa ini di kelulusan SD, sudah di­sosialisasikan bahwa ada se­kolah swasta gratis. Ini yang kita gencarkan di awal, trik ini untuk mengantisipasi banyak­nya pendaftar di SPMB SMPN,” katanya, Rabu 1 Juli 2026.

Lanjut Dedi, ada dua sistem yang diterapkan dalam SPMB pada 2026 yakni lewat online atau dalam jaringan dan lang­sung ke sekolah atau luar ja­ringan. Kata dia, ada 51 sekolah yang membuka SPMB lewat jalur online dan ada 46 sekolah lewat jalur off line. 

“Kalau pendaftar itu total yang dalam jaringan (Daring) di 51 sekolah sebanyak 15.477 siswa. Untuk yang luar jaringan (Luring) 46 sekolah yg daftar 14.398 siswa. Jadi total ada 29 ribuan,” jelasnya. 

Kemudian, kata Dedi, Disdik menyiapkan posko pengaduan yang terpusat di kantor dinas dengan 4 operator. Hal ini agar memudahkan orang tua men­daftarkan anaknya sekolah di SMPN yang dituju. 

“Kita siapkan Posko di dinas dengan 4 operator, mereka ini juga menggencarkan sosialisasi sekolah swasta gratis. Semua kita layani, ada kartu keluarga KK yang tercatat di luar kabu­paten tidak bisa daftar jalur do­misili, itu juga kita layani. Posko dengan 4 orang pelayan­an, lalu realtime verifikasi agar data di KK sesuai dengan data di yang disubmit (diunggah) pada SPMB. Agar pendaftar ke sekolah negeri tidak melon­jak, kita juga sosialisasi sekolah swas­ta juga sudah gratis,” kata­nya.

Dedi mengungkapkan, hingga saat ini pendaftaran di SPMB SMPN masih terbilang kondusif. Hal ini tampak pada data peng­aduan orang tua di posko dinas. “Awal-awal kalau di rata-rata itu bisa 100 orang yang peng­aduan di posko. Sekarang sudah di bawah itu. Alhamdulillah hingga saat ini kondusif,” je­lasnya.(sep)

Sumber: