Pelaku UMKM Dilatih Manfaatkan Barang Sisa Produksi
PELATIHAN: Pemkab Tangerang melatih pelaku UMKM di Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis mengolah limbah sisa produksi menjadi produk inovatif bernilai ekonomi. -Kecamatan Pasar Kemis-
TANGERANGEKSPRES.ID, PASAR KEMIS — Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop) Pemkab Tangerang menggelar bimbingan teknis (bintek) inovatif bagi para pelaku usaha di Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan PASAR KEMIS. Pelatihan ini untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap produktif sekaligus peduli lingkungan.
Dalam pelatihan ini, para pelaku UMKM diajak memanfaatkan sisa-sisa hasil produksi yang biasanya berakhir menjadi sampah untuk disulap kembali menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi. Camat Pasar Kemis Nurhanudin menjelaskan, esensi dari kegiatan bintek ini adalah memicu kreativitas peserta agar mampu melihat peluang cuan dari bahan yang tidak terpakai.
"Peserta diajak berinovasi untuk membuat suatu karya dari sisa produksi UMKM. Yang seharusnya menjadi limbah sampah, nanti dibuat lagi menjadi karya inovatif melalui kreativitas, sehingga nilai-nilai ekonomi dari sisa limbah itu bisa dimanfaatkan kembali," ujar Nurhanudin, Selasa (30/6).
Tidak hanya fokus pada aspek bisnis dan inovasi produk, kegiatan ini juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk memberikan pembinaan langsung terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar di lingkungan usaha.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinkop Kabupaten Tangerang turut membagikan fasilitas penunjang kebersihan kepada seluruh peserta yang hadir. Fasilitas tersebut meliputi tong sampah, wadah khusus untuk memilah sampah organik, dan tempat pembuangan sampah anorganik.
Melalui program sinergis ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap para pelaku UMKM di Pasar Kemis tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga mampu menciptakan sumber pendapatan baru.
"Harapannya pelaku UMKM bisa memanfaatkan limbah dari industri, dari sisa produksi menjadi barang-barang berharga, sehingga masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan ekonomi," pungkas Nurhanudin. (zky)
Sumber:

