BJB

BPBD Distribusi Air ke Desa Terdampak Kekeringan

BPBD Distribusi Air ke Desa Terdampak Kekeringan

Petugas BPBD Lebak men­dis­tribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penanggulangan Ben­ca­na Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak akan mendistribusikan air bersih ke Desa Muhara, Kecamatan Wanasalam akibat ke­keringan yang membuat sumber air sumur di desa setempat kering.

Sukanta, Kepala BPBD Lebak mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  an­cam­an godzilla El Nino atau kemarau eks­trem akan terjadi hingga Agustus 2026. Dan hasil pemetaan BPBD, dari 28 kecamatan, 23 keca­matan masuk daerah rawan air bersih akibat kemarau, di antaranya Kecamatan Leu­widamar, Cileles, Warung­gunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gu­nung­kencana, Kalanganyar, Cibeber, Maja, Sajira, Banjar­sari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Bojong­manik, dan Malingping.

"Hingga kini baru satu desa yang melaporkan kekeringan dan meminta bantuan air ber­sih, yakni Desa Muhara, Kecamatan Wanasalam," kata Sukanta, Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/6).

Menurutnya, hasil survai di Desa Muhara, sumur-sumur warga saat ini terkontaminasi air laut akibat cuca ekstrem (kemarau), dan posisi desa tersebut dekat dengan bibir pantai hanya berjarak kurang lebih 300 meter.

"Jadi sumur-sumur masyara­kat tidak kering, hanya saja rasa sudah payau, karena ter­campur air laut. Sehingga, tidak bisa digunakan untuk masak cuci kakus (MCK)," ujarnya.

Untuk itu, BPBD telah me­nyiapkan tiga turen besar masing-masing memiliki daya tampung 5.000 liter. Tiga turen tersebut untuk menampung air bersih yang nanti dikirim menggunakan tanki BPBD.

"Air bersih kita bisa ambil di Malingping atau di Bayah, karena kalau ngambil di Rangkasbitung jarak tempuh terlalunjauh, karena distribusi untuk Desa Muhara dengan jumlah 439 KK, sehari sekitar 5 tengki yang kapasitasnya 5.000 liter air," paparnya.

Asep, Warga Desa Muhara membenarkan jika wilayahnya kekeringan membuat sumur-sumur warga ikut kering. Me­mang ada yang masih terisi air, namun airnya payau, se­hingga tidak bisa untuk ke­perluan MCK.

"Kami harap bantuan air bersih segera didistribusikan, karena kami sudah kesulitan mendapatkan air bersih," ucapnya.(fad)

Sumber: