BJB

Dewan Dukung Pengelolaan MBG Libatkan Kantin

Dewan Dukung Pengelolaan MBG Libatkan Kantin

Siswa SD Negeri Sukasari 4 Kita Tangerang tengah menyantap MBG.-Abdul Aziz Muslim//Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Anggota Ko­misi II DPRD Kota Tange­rang, Jusman Said mendukung penuh rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait pelibatan kantin sekolah dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis.

Jusman mengatakan, pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan perubahan sistem pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Salah satu opsi yang diusulkan adalah melibatkan kantin sekolah dalam pengelolaan program MBG yang me­rupakan salah satu program ung­gulan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut, pelibatan kantin sekolah menjadi opsi terbaik agar keberlangsungan program MBG lebih fleksibel tepat sasaran dan efisien.

Politisi dari Partai NasDem ini menuturkan, pengelolaan program MBG melalui kantin sekolah akan menciptakan efisiensi yang signifikan.  

"Kalau pihak kantin sekolah dilibatkan beberapa proses dapat di pangkas. seperti Pendistribusian yang memakan biaya cukup besar. Kalau kantin sekolah mungkin tidak Pendistribusian. Akan lebih efisien, baik anggaran maupun waktu. Jadi saya sangat mendukung usulan Kemendikdasmen itu," ungkap Jusman, Selasa, 2026.

Menurutnya, jika proses pe­ngolahan MBG di kelola oleh pihak kantin di lingkungan sekolah  Makanan dapat disajikan lebih segar. Selain itu, ia menilai, pelibatan kantin sekolah dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan pelaku usaha lokal sebagai pemasok bahan pangan, seperti sayur, telur, daging, hingga koperasi yang telah dibentuk pemerintah.

Menurutnya, pengawasan kualitas makanan juga akan lebih mudah dilakukan karena melibatkan pihak sekolah, guru, dan orang tua siswa secara langsung.

“Dengan pengelolaan di kantin sekolah, pengawasan menjadi lebih mudah dan kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan, baik dari sisi gizi maupun kesesuaian menu,” ujarnya.

Meski demikian, Jusman me­nekankan pentingnya pe­nyusunan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, mulai dari kualitas bahan baku, standar kebersihan, hingga jadwal menu makanan bergizi yang terukur.

“Yang terpenting adalah re­gulasi dan SOP yang ketat agar kualitas, kebersihan, ser­ta nilai gizi makanan tetap terjamin. Dengan begitu, program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi peserta didik,” pungkasnya. (ziz/esa)

Sumber: