Tiang PLN Roboh Disenggol Beko
TABRAK TIANG BETON: Beko proyek normalisasi sungai di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menabrak tiang beton hingga roboh. -Kiriman Warga-
TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Tiang beton milik PLN roboh saat pengerjaan proyek normalisasi sungai di salah satu kawasan perumahan di Desa Sukamanah, Kecamatan RAJEG, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6). Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi ketika alat berat jenis ekskavator (beko) tengah beroperasi melakukan pengerukan tanah di sekitar bantaran sungai wilayah RT 20 RW 14. Menurut penuturan Pengurus RT 20, Denis, insiden tersebut bermula saat ekskavator hendak melintas menuju Blok B melalui jalur yang baru saja dikeruk. Jalur tersebut dipenuhi tumpukan lumpur yang harus diratakan terlebih dahulu. Namun, saat bermanuver, alat berat tersebut bergerak terlalu ke pinggir dan mepet ke posisi tiang.
"Karena terlalu mepet, tiang itu mungkin kurang pegangannya. Tiang tiba-tiba condong dan miring, lalu kami langsung sigap mengingatkan para pekerja untuk segera menghindar," ujar Denis.
Berkat kesigapan warga yang memberikan peringatan dini, tiang tersebut akhirnya jatuh tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Operator ekskavator pun langsung bergerak cepat untuk mendirikan dan memasang kembali tiang yang sempat roboh tersebut.
Denis menjelaskan, proyek yang sedang berjalan ini merupakan proyek normalisasi berupa pelebaran dan pendalaman sungai yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Proyek ini sendiri sudah berjalan selama kurang lebih dua minggu.
Hingga berita ini ditulis, pengerjaan perapihan tanah lempung hasil pengerukan sungai masih terus dilakukan agar area bantaran kembali bersih dan aman bagi aktivitas warga.
Menanggapi adanya proyek penanggulangan banjir ini, Ketua RW 14 Luhur Astoto menyatakan, pihak warga sangat mendukung penuh langkah dari Dinas SDA tersebut demi menghindari potensi banjir. Meski demikian, pihak pengurus RW dan warga setempat menyampaikan harapan besar agar pemerintah tidak hanya melakukan pengerukan, tetapi juga melanjutkan proyek ke tahap pembangunan turap (dinding penahan tanah).
"Harapan masyarakat rata-rata menginginkan adanya turap, Pak (panggil wartawan). Karena kami juga memikirkan keselamatan warga, terutama banyak anak kecil di lingkungan ini. Kami berharap proyek ini berkelanjutan dan bantaran kali ini semuanya nanti bisa tertata rapi," ungkap Luhur Astoto. (*)
Sumber:

