BJB

SDN Inpres Cikeusal Mulai Dibangun

SDN Inpres Cikeusal Mulai Dibangun

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah didampingi Pimpinan Proyek dari PT WIKA Kuntoro Loksono melakukan peletakan batu pertama pembangunan SDN Inpres Cikeusal di Desa Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (22/6). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Delapan tahun lama­nya, SDN Inpres Cikeusal di Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang terdampak Tol Serang-Panimbang tidak ada kepastian kapan pembangunannya dimulai. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggungjawab PT WIKA selaku pengelola tol.

Namun tahun ini pembangunan­nya baru dimulai setelah perma­salahan lahan terselesaikan. Pe­letakan batu pertama pondasi dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah sebagai tanda dimulainya pembangunan SDN Inpres Cikeusal.

Diketahui delapan tahun lalu PT WIKA menjanjikan sekolah yang terdampak Tol Serang Panim­bang, akan direlokasi dengan di­ba­ngun­kan gedung baru, namun dari empat sekolah, baru tiga se­kolah yang sudah direlokasi, se­dangkan satu sekolah masih bergelut dengan permasalahan lahannya.

Baru di tahun ini masalah lahan terselesaikan oleh PT WIKA, sebab pemilik lahan bersedia menjual lahannya untuk pembangunan SDN Inpres Cikeusal dengan no­minal harga yang telah disepa­kati antar keduanya.

Pimpinan Proyek dari PT WIKA, Kuntoro Loksono menjelaskan, lamanya relokasi SDN Inpres Cikeu­sal dikarenakan pemilihan lahan yang terus berganti-ganti. Sebab banyak lahan yang sudah ditentukan namun tidak sesuai harga yang hendak dijual oleh pemilik lahannya.

"Sudah ada harga ganti rugi yang kita tentukan, namun harga lahan milik pemilik dengan harga dari kita tidak sesuai, akhirnya kita terus mencari hingga butuh waktu lama, baru di tahun ini ada lahan yang sesuai sepakat kita beli," katanya saat diwawan­carai wartawan di lokasi pem­bangunan, Senin (22/6).

Kuntoro mengatakan, pem­bangunan SDN Inpres Cikeu­sal berdiri di atas lahan seluas 1.300 meter persegi, yang ditar­getkan enam bulan kede­pan bisa terselesaikan.

SDN Inpres Cikeusal diba­ngun satu lantai dengan dua gedung ada tujuh ruangan, yaitu ruang kelas dan ruang guru, lalu lapangan bulu tang­kis, parkir kendaraan roda dua dan empat.

"Mungkin sekitar November sudah selesai semua terba­ngun, nanti ada dua gedung kurang lebih ada tujuh ru­angan yang tersedia, ada la­pa­ngan bulu tangkis sama parkiran," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah me­nga­takan, SDN Inpres Cikeusal sudah delapan tahun tidak ada kepastian, namun tahun ini akhirnya dapat dibangun oleh PT WIKA, yang telah menyelesaikan masalah la­hannya dan Pemkab Serang hanya terima kuncinya.

Targetnya enam bulan selesai pembangunannya, dan untuk sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih dila­kukan di gedung lama.

"PT WIKA yang membangun sekolahnya termasuk masalah lahannya juga, Pemkab Serang hanya terima kunci saja, semoga berjalan lancar dan bisa segera ditempati para siswa dan guru. Sementara ini KBM masih di sekolah lama, jika sekolah baru selesai baru direlokasi," katanya.

Sedangkan untuk bangunan sekolah lamanya, kata Zakiyah, diserahkan ke PT WIKA untuk nanti akan diapakan gedung sekolah tersebut, karena sudah ruslah atau disepakati bahwa sistemnya pergantian.

"Bangunan lama tentu kita serahkan ke PT WIKA, ter­serah mau dibagaimanakan karena sudah ruslah ya, sudah diganti, bukan tanggungjawab Pemkab Serang," ujarnya. (agm)

Sumber: