Jelang Laga Versus Persija U20, Pemain Diminta Tampil Tenang
TAJAM: Pemain Persita U20 Ahmad Zulfan Berkah menjadi andalan Persita untuk mencetak gol ke gawang Persija U20.(Persita Media)--
TANGERANGEKSPRES.ID, KELAPA DUA — Persita Tangerang U20 akan menjalani laga penting untuk bisa mempertahankan status juara bertahan pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2024/2025 pada musim 2025/2026. Skuat asuhan Ilham Jayakesuma akan menghadapi Persija Jakarta U20 pada dua laga pekan terakhir, pekan ke-31, Sabtu (2/5/2025) dan pekan ke-32, Minggu (3/5/2026) sore di Training Ground Persija, Sawangan, Depok.
Hanya kemenangan dari dua laga ini yang bisa mengantar tim Ungu Junior ini juara Grup A dan bisa meraih tiket ke final EPA Super League menghadapi juara Grup B. Pasalnya Persita U20 saat ini tertinggal 3 poin dari Persija U20. Pendekar Cisadane muda mengoleksi 76 poin di peringkat kedua, sementara Macan Kemayoran Muda meraih 79 poin.
Kemenangan dibutuhkan Persita U20 agar bisa memimpin klasemen akhir grup dengan nilai 82 poin. Karena andai Persita U20 meraih hasil imbang saja di laga pertama dan menang dilaga kedua maka otomatis Persija U20 yang tampil sebagai juara grup. Hal ini karena meski nilai yang dikemas Cerilus Seran dkk dengan Persija U20 sama yakni 80 namun skuad asuhan Furqan unggul selisih gol.
“Memang semua laga kami anggap final, termasuk lawan Persija karena kalau kita kalah sudah berakhir buat kami. Pemain sudah tahu itu, kita akan berusaha maksimal untuk meraih kemenangan di dua pertandingan nanti,” jelas Ilham Jayakesuma, Pelatih Persita U20.
Persiapan menghadapi Persija U20 sendiri sudah dilakukan timnya dengan mengevaluasi kekurangan dan kekuatan saat menghadapi laga versus Semen Padang U20 pekan lalu. Salah satunya apa yang terjadi saat menang 2-1, dimana pemain sulit menembus gawang Kabau Sirah Junior meski banyak mendapat peluang.
“Hal ini tidak boleh terjadi saat bertemu Persija, setiap peluang harus dimaksimalkan menjadi gol. Kalau tidak bahaya buat kita,” tuturnya.
Selain itu ia meminta pemainnya untuk santai menghadapi laga “final kepagian” ini, ia meyakini faktor mental bertanding akan menjadi penentu skuadnya meraih kemenangan. “Santai saja main normal nikmati permainan agar kemampuan terbaik keluar saat pertandingan,” tukasnya.(apw)
Sumber:
