BJB FEBRUARI 2026

Hari ini, Ribuan Warga Baduy Gelar Seba Baduy

Hari ini, Ribuan Warga Baduy Gelar Seba Baduy

Ribuan Warga Baduy mengikuti tradisi seba Baduy ke Pendopo Pemkab Lebak. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Hari ini, ribuan Masyarakat suku Baduy yang berada di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten akan menggelar tradisi tahunan Seba Baduy. Ritual adat masyarakat Baduy itu akan diisi rangkaian prosesi budaya, penyerahan hasil bumi, hingga berbagai kegiatan publik di Rangkasbitung selama empat hari (23 - 26) April 2026.

"Tradisi Seba Baduy merupakan ritual adat yang dilaksanakan setahun sekali sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus mempererat hubungan masyarakat Baduy dengan pemerintah daerah yang dikenal sebagai Bapak Gede," kata Yosef M Kholis, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, di Rangkasbitung, Kamis (23/4).

Menurutnya, pelaksanaan Seba Baduy digelar setelah masyarakat Baduy menjalani masa Kawalu atau puasa adat. Dalam tradisi ini Seba, ribuan warga Baduy akan berjalan kaki menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten sambil membawa hasil bumi.

“Rangkaian acara Seba Baduy sudah kami siapkan yang akan dimulai dari tanggal 23 sampai 26 April 2026,” ujarnya.

Kegiatan diawali saresehan budaya Baduy di panggung utama pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Dilanjutkan pembukaan kemah budaya serta perlombaan permainan tradisional di Alun-alun Rangkasbitung.

"Malam harinya, pembukaan resmi Seba Baduy dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB di panggung utama," paparnya.

Sedangkan besoknya, Jumat 24 April 2026, agenda berlanjut dengan penyambutan warga Baduy di Pendopo Bupati Lebak pada siang hari. Setelah itu, rombongan warga Baduy akan diiring menuju Pendopo Bupati Lebak dari Jembatan Keong.

"Pada malam harinya digelar makan bersama, ritual Murwa Seba, serta hiburan masyarakat Baduy," terangnya.

Agenda Sabtu 25 April 2026, warga Baduy dijadwalkan dilepas menuju Serang untuk melanjutkan rangkaian Seba kepada Pemerintah Provinsi Banten.

"Pemerintah Kabupaten Lebak berharap tradisi Seba Baduy tahun ini kembali menjadi daya tarik budaya sekaligus mendorong kunjungan wisatawan ke daerah tersebut," ucapnya.

Sementara itu, sehari sebelum Pelaksanaan Seba Baduy Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak menggelar Summer Camp Budaya di kawasan Baduy sebelum ribuan warga Baduy turun gunung mengikuti tradisi Seba.

Kegiatan tersebut dibarengi sambil menjelajahi suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Sehingga, peserta akan melihat bagaimana kehidupan masyarakat suku Baduy, peserta juga akan diajak melihat langsung bagaimana persiapan warga Baduy melaksanakan tradisi tahunan Seba.“Summer Camp Budaya adalah satu kegiatan yang kami selenggarakan dalam memeriahkan Seba Baduy. Pelaksanaannya di Kampung Landeuh, Desa Bojongmenteng,” ungkap Yosep.

Pada tahun ini, Summer Camp Budaya Baduy akan berlangsung dua hari yakni tanggal 23-24 April 2026. Dari Pendopo Alun-Alun Rangkasbitung, peserta akan langsung berjelah ke lingkungan permukiman warga Baduy sambil melihat apa saja yang disiapkan warga Baduy untuk dibawa dalam ritual Seba.

“Peserta melihat bagaimana kultur masyarakat Baduy. Termasuk mungkin jika selama ini hanya melihat pelaksanaan Seba, di sana kita bisa tahu bagaimana persiapannya. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang berkesan karena tidak hanya mendengar cerita saja, tetapi datang dan merasakan langsung,” papar Yosep.

Selain heking berjelajah alam, Summer Camp Budaya Baduy juga diisi dengan pentas seni dan budaya serta talkshow sejarah tentang Baduya.

Penanggung jawab kegiatan, Feri mengatakan, Summer Camp Budaya Baduy tidak hanya diikuti oleh peserta yang berasal dari Kabupaten Lebak. Tidak sedikit peserta dari berbagai daerah yang mendaftar bahkan warga negara asing.

“Tahun lalu ada yang dari warga asing ikut dalam kegiatan ini. Pada tahun ini diikuti lebih dari 50 peserta," ucapnya. (fad)

Sumber: