BJB FEBRUARI 2026

Wartawan Bea Cukai' Sasar Warung Kelontong

Wartawan Bea Cukai' Sasar Warung Kelontong

KENDARAAN PENIPU: Komplotan penipu yang berjumlah 7 orang menggunakan mobil Sigra menyasar warung kelontong untuk menyita barang secara ilegal. -Kiriman Warga For Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG - Aksi penipuan mengatasnamakan wartawan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang. Modusnya, para penipu ini mengaku wartawan Bea Cukai dan menyasar warung kelontong.

Seperti dipaparkan pemilik warung kelontong yang berada di Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Blok J2, bernama Abibun Hasibuan, Rabu (15/4). Dia mengaku menjadi sasaran para penipu yang berkedok wartawan dari Bea Cukai.

Abibun Hasibuan mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Kelompok tersebut datang menggunakan mobil Sigra warna hitam, dan memaksa masuk ke warungnya dengan dalih melakukan penertiban.

Abibun menuturkan, para pelaku datang dengan narasi seolah-olah mereka adalah petugas resmi dari 'Media Bea Cukai'. Mereka mempermasalahkan penjualan rokok di warung tersebut, dan akan menyita barang-barang milik Abibun dengan alasan akan dijadikan barang bukti.

"Mereka ngakunya resmi dari wartawan Bea Cukai. Tapi pas kita tanya surat tugas atau kartu anggota, mereka tidak bisa menunjukkan sama sekali," ujar Abibun saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Meski tidak memiliki dokumen resmi, para pelaku tetap bersikap agresif. Mereka ngotot ingin membawa barang dagangan milik korban. Curiga dengan gelagat tersebut, Abibun menolak memberikan barangnya, dan warga menghubungi pihak berwajib. Beruntung barang-barang milik Abibun gagal diambil komplotan itu.

Abibun menjelaskan, komplotan ini berjumlah cukup banyak dan terorganisir. Berdasarkan pantauannya, terdapat tujuh orang pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Jumlah pelaku 7 orang (5 laki-laki dan 2 perempuan). Kendaraan mobil Daihatsu Sigra warna hitam. Modus operandi menutup satu angka pada nomor polisi (pelat nomor) untuk menghindari pelacakan.

"Dua perempuan tetap berada di dalam mobil, sementara lima laki-laki turun ke warung. Saat saya lapor ke Polsek setempat dan petugas mau datang, mereka langsung kabur duluan," tambahnya.

Abibun menduga, para pelaku sengaja mencari 'mangsa' pedagang kecil yang dianggap mudah diintimidasi untuk kemudian menjual kembali barang sitaan tersebut demi keuntungan pribadi. Ia berpesan kepada sesama rekan pedagang agar tetap tenang dan berani menghadapi oknum yang tidak jelas identitasnya.

"Untuk semua penjual tetap harus berhati-hati. Kita harus pintar. Jangan sampai kena tipu atau takut dengan gertakan mereka jika mereka tidak punya surat tugas resmi," pungkasnya. (zky)

Sumber: