Jalan Kronjo-Penjamuran-Ceplak Jadi Prioritas, Refocusing Anggaran Terbesar
TUNTAS: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat mengecek langsung rekonstruksi jalan Sukadiri Cituis, Kecamatan Sukadiri didampingi Kepala DBMSDA Iwan Firmansan dan Kabid Jalan dan Jembatan Ardiansyah Putra.(Dok. DBMSDA)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang gencar melakukan rekonstruksi jalan. Keseriusan dapat dilihat dari penyesuaian penggunaan anggaran atau biasa disebut refocusing. Ada sekira Rp132 miliar anggaran yang dialihkan ke infrastruktur dari berbagai nomenklatur anggaran di tahun 2026.
Hal ini dijelaskan Kasubid Penyusunan Anggaran di Bidang Anggaran pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang Fajar Yudha mengatakan, alokasi anggaran tersebut difokuskan pada penanganan jalan rusak yang menjadi akses vital masyarakat.
”Total anggaran rekonstruksi jalan tahun ini sebesar Rp132,8 miliar yang akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah ruas prioritas di beberapa wilayah,” ujarnya.
Anggaran tersebut untuk mengerjakan sejumlah ruas jalan yakni dimulai dari yang ada di Kecamatan Kronjo yakni Jalan Penjamuran-Ceplak dan Jalan Kronjo-Penjamuran. Lalu di Kecamatan Balaraja yakni di Jalan Balaraja-Ceplak dan di Kecamatan Cisoka yaitu Jalan Cangkudu-Cisoka.
Untuk Kecamatan Rajeg yang diperbaiki adalah Jalan Pasarkemis-Rajeg itu terintegrasi dengan yang ada di Kecamatan Pasarkemis meliputi Jalan Pasarkemis-Jatiuwung dan Jalan Cikupa-Pasarkemis.
Sementara itu rekontruksi jalan di Kecamatan Sepatan meliputi Jalan Jati-Sepatan dan Jalan Cadas-Sepatan. Di Kecamatan Sukadiri diperbaiki Jalan Cituis Sukadiri-Jati Gintung, lalu di Kecamatan Pakuhaji di Jalan Gardu-Tanah Merah. Dan di Kecamatan Teluknaga renovasi meliputi Jalan Teluknaga-Tanjung Pasir.
Fajar merinci, sejumlah paket pekerjaan memiliki nilai anggaran yang cukup besar, yang paling besar adalah anggaran untuk perbaikan yang ada di Kronjo yakni mencapai Rp67,8 miliar yang meliputi Jalan Penjamuran-Ceplak dan Jalan Kronjo-Penjamuran.
Menurutnya, penentuan ruas jalan tersebut telah melalui kajian teknis berdasarkan tingkat kerusakan serta peran strategis jalan dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan akan segera dimulai setelah seluruh proses administrasi dan teknis rampung. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. ”Ini rekonstruksi bukan perawatan. Pak Bupati maunya betonisasi. Karena itu kami formulasi dari BTT ke OPD, dari OPD ke BTT dan dari BTT ke DBMSDA,” jelasnya.
DISTRIBUSI ANGGARAN REFOCUSING REKONSTRUKSI
1. Jalan Penjamuran - Ceplak sebesar Rp57,6 miliar.
2. Jalan Cikupa - Pasarkemis Rp17,6 miliar.
3. Jalan Kronjo - Penjamuran Rp10,2 miliar.
4. Jalan Jati - Sepatan senilai Rp9,9 miliar.
5. Jalan Pasarkemis - Rajeg Rp9,7 miliar.
Sumber:

